Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Gubernur Andra Soni Optimis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan

By On Mei 18, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri soft opening Mövenpick Resort Carita, di Jalan Raya Anyer-Sirih, Kabupaten Serang, Minggu, 17 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Sektor pariwisata di wilayah Provinsi Banten terus memperlihatkan kebangkitan, khususnya di destinasi wisata pantai Anyer-Carita. 

Kebangkitan tersebut didukung oleh berdirinya hotel, resor, dan fasilitas pendukung baru guna menampung wisatawan. 

Hal tersebut dikatakan Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri soft opening Mövenpick Resort Carita, di Jalan Raya Anyer-Sirih, Kabupaten Serang, Minggu, 17 Mei 2026. 

​"Pasca 2018, wisata kita sempat drop, tetapi Alhamdulillah beberapa tahun terakhir ini mulai tumbuh dan bangkit kembali,” ujar Andra Soni. 

Menurutnya, kebangkitan pariwisata di kawasan pesisir barat Banten tersebut tidak terlepas dari pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama para pelaku pariwisata. 

Dia mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari peningkatan pelayanan hingga pembinaan pelaku usaha dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). 

Provinsi Banten, kata dia, memiliki potensi wisata yang lengkap dan berdaya saing dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, mulai dari wisata pantai, gunung, air terjun (curug), laut, pulau, budaya, hingga wisata religi. 

"Di sekitar Jakarta tidak ada potensi seperti Banten. Punya pantai, gunung, curug, laut, pulau, kebudayaan, hingga wisata religi; lengkap semuanya,” ujarnya. 

Ia juga optimis akses menuju kawasan wisata Anyer–Cinangka–Carita akan semakin baik seiring dengan segera rampungnya Jalan Tol Serang–Panimbang. 

Kehadiran investasi di sektor pariwisata dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Banten. 

"Alhamdulillah, dalam waktu dekat Tol Serang–Panimbang selesai, sehingga akses ke sini akan semakin bagus,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak dalam membangun sektor pariwisata nasional. 

Pihaknya akan turut mendorong pengembangan desa wisata di kawasan penyangga Anyer, Cinangka, dan Carita agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi selain wisata pantai. 

"Pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita ini bukan superman, melainkan superteam. Tidak mungkin negeri ini bisa maju kalau tidak berkolaborasi,” ujar Yandri. 

Yandri menambahkan, keberadaan resor berskala internasional juga harus memberikan dampak bagi desa di sekitarnya. 

"Kita ingin orang yang menginap di Mövenpick tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga bisa berwisata ke desa-desa, menikmati budaya, kuliner, air terjun, dan potensi lainnya," ujarnya. 

Sementara itu, Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia-Malaysia, Adi Satria mengatakan, Mövenpick Resort Carita menjadi resor Mövenpick kelima di Indonesia. 

"Dengan dibukanya Mövenpick Resort Carita, kami yakin akan semakin memperkuat kehadiran Accor di destinasi-destinasi pesisir di Indonesia,” ujar Adi. 

Adi menjelaskan, Accor saat ini menaungi lebih dari 6.000 hotel dengan 40 merek di 110 negara. Sementara itu, Mövenpick telah berkembang di 40 negara dengan lebih dari 140 hotel dan resor. 

General Manager Mövenpick Resort Carita, Christophe Keramaris berharap kehadiran resor tersebut dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Banten secara keseluruhan. 

"Kami berharap Mövenpick dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan domestik maupun internasional,” tuturnya. 

Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Forkopimda Kabupaten Serang, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*/red)

Bupati Serang Sebut Hotel Bintang Lima di Pantai Cinangka Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

By On Mei 18, 2026

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menghadiri The Opening Ceremony of atau Pembukaan Movenpick Resort Carita, di bibir Pantai Desa Umbultanjung, Kecamatan Cinangka, Minggu, 17 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah menghadiri The Opening Ceremony of atau Pembukaan Movenpick Resort Carita, di bibir Pantai Desa Umbultanjung, Kecamatan Cinangka, Minggu, 17 Mei 2026. 

Bupati Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, berdirinya hotel bintang lima plus tersebut akan berdampak pada peninggkatan pertumbuhan perekonomian. 

"Ini merupakan salah satu dan satu-satunya hotel bertaraf bintang lima plus. Kita juga punya Sol Elit Marbella dan ini yang kedua, tapi ini ada bintang lima plusnya," kata Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah kepada wartawan usai pembukaan Movenpick Resort Carita. 

Untuk diketahui, perusahaan perhotelan ini sepenuhnya dimiliki oleh Accor sejak akuisisi pada September 2018 dari mantan pemegang saham Mövenpick Holding (66,7 persen) dan Kingdom Group yang berbasis di Arab Saudi (33,3 persen). 

Turut meresmikan pembukaan Movenpick Resort Carita Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto; Gubernur Banten, Andra Soni; Unsur Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Serang; jajaran Movenpick Resort Carita, dan para Kepala OPD terkait Pemprov Banten dan Pemkab Serang. 

Oleh karenanya, Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah mengajak  kepada warga Kabupaten Serang maupun para wisatawan luar daerah agar datang ke Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang karena telah hadir hotel yang luar biasa megah yakni Movenpick Resort Carita. 

"Kita ada di ballroom Movenpick Resort Carita fasilitasnya untuk 1.500 orang. Jadi, datang kesini nikmati keindahan alamnya, dan nikmati fasilitasnya. Yang jelas ini keren sekali," ujarnya. 

Bagi wisatawan yang akan menginap di Movenpick Resort Carita, kata Ratu Zakiyah, akan menikmati berbagai keindahan selain wisata pantai juga dapat menikmati indahnya pegunungan, pesawahan dan lainnya. 

"Saya bangga dan tentu ini peluangnya sangat banyak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, juga membuka lapangan pekerjaan di wilayah Kabupaten Serang khususnya di Kecamatan Cinangka," ujarnya. 

Dengan demikian ke depannya, Ratu Zakiyah meyakini akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang. 

"Dan pasti juga, ini akan membuka peluang lapangan pekerjaan khususnya bagi warga yang ada di Kecamatan Cinangka. Ini bakal jadi kebanggaan untuk Kabupaten Serang,” pungkasnya. 

Sebagai dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Serang, Ratu Zakiyah juga memastikan akan mengadakan kegiatan-kegiatan yang bekerjasama dengan tingkat nasional di Movenpick Resort Carita. 

"Semoga bisa, nanti kita adakan kegiatan disini dan dalam waktu dekat nanti kita ada giat tingkat nasional. Mungkin salah satunya ini hotel bisa di jadikan pilihan oleh tamu-tamu kita yang ada di luar daerah, untuk menginap di hotel ini," tuturnya. 

Senior Vice President Operations and Government Relations untuk Indonesia dan Malaysia di Accor, Adi Satria mengatakan, Movenpick merupakan bagian dari Accor Group, grup perhotelan terkemuka di dunia yang mempunyai lebih dari 60 hotel di seluruh dunia. 

"Lebih dari 40 merek atau brand yang beroperasi di lebih dari 110 negara. Brand Movenpick sendiri terus berkembang di seluruh dunianya dengan lebih dari 140 hotel dan resort di 40 negara," ujarnya. 

Adi Satria menyebut, Movenpick Resort Carita merupakan Movenpick kelima yang beroperasi di Indonesia. 

Menurutnya, Resort ini juga memberikan kemudahan untuk para tamu, para member on program-program loyalitas accor dengan menikmati berbagai macam fasilitas-fasilitas yang telah dibangun di hotel ini. 

"Dengan dibukanya Movenpick Resort Cerita di pesisir Barat Banten, kami yakin akan semakin memperkuat kehadiran accor di destinasi-destinasi pesisir di Indonesia," ujarnya. (*/red)

Gubernur Andra Soni Sebut Festival Storytelling Lestarikan Cerita Rakyat dan Bangun Karakter Anak

By On Mei 18, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri Grand Final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu, 17 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan bahwa cerita daerah atau cerita rakyat Nusantara bisa disampaikan melalui story telling kepada anak-anak. 

Melalui Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten, ia ingin kegiatan tersebut menanamkan nilai, pembangunan karakter kepada generasi muda dengan kreatif dan edukatif, serta membangun budaya literasi. 

“Storytelling tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, dan imajinasi anak,” kata Andra Soni saat Grand Final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Minggu, 17 Mei 2026. 

“Penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling termasuk digital storytelling terbukti efektif meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar,” ujarnya. 

Menurut Andra Soni, kebiasaan storytelling menjadikan pelajar lebih fokus dan memiliki daya ingat yang lebih baik terhadap materi pembelajaran. 

Selain itu, kata dia, kemampuan komunikasi siswa juga meningkat dan lebih kreatif dalam menyampaikan ide maupun gagasan. 

“Storytelling menjadi media yang efektif untuk memperkuat literasi budaya, imajinasi, kreativitas, serta kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sendiri,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, Gubernur mengajak para orang tua, sekolah, komunitas literasi, pelaku seni, dan seluruh pihak untuk bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan berbudaya. 

Festival Storytelling juga mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan industri seni pertunjukan di daerah. 

Kegiatan tersebut menjadi wadah kreativitas para pelajar, komunitas seni, pegiat literasi, dan generasi muda. 

“Provinsi Banten memiliki kekayaan cerita rakyat dan legenda yang sarat nilai moral, kepahlawan, religiusitas, dan semangat kebersamaan. Melalui festival ini berbagai kisah Kebantenan dapat dihidupkan menjadi inspirasi dalam membangun karakter masyarakat yang berbudaya dan berdaya saing,” ujar Andra Soni. 

Ketua Pelaksana Cahaya Festival Storytelling, Cahaya Manthovani mengaku terkejut dengan penampilan anak-anak Banten pada Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten. Mereka antusias meski berangkat lebih pagi dari rumah menuju lokasi. 

Ia mengatakan, Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara pertama kali digelar di Jakarta pada 2025. Selanjutnya, pada 2026 kegiatan tersebut digelar di Provinsi Banten dan pada 2027 akan dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat. 

“Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ucap Cahaya. 

Untuk diketahui, Grand Final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten mengusung tema "Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan". 

Mengangkat kisah-kisah rakyat Provinsi Banten Festival digelar oleh Navaswara Bhuwana Kencana. 

Untuk Kategori Benih Nusantara (SD/MI), juara pertama diraih oleh Dira Maulida dari SDN 13 Kota Serang, juara kedua diraih Akasha Aljazair Knizia dari SD Cikal Harapan BSD, Kota Tangsel. 

Sedangkan juara ketiga diraih Ameera Khanza Ghassani dari SDN Bojonegara 1 Kabupaten Serang. 

Kategori Tunas Nusantara (SMP/MTs), juara pertama diraih Salsabila Nur Afiyah dari MTsN 1 Kota Tangsel, juara kedua diraih Mikaila Ladia Rumagit dari MTsN 1 Pandeglang. 

Sedangkan, juara ketiga diraih Siti Rista Maulida dari SMPN 11 Kota Serang. 

Kategori Kuntum Nusantara (SMA/MA), juara pertama diraih Ridho Ardiansyah dari SMKN 6 Kota Tangsel dan juara kedua diraih Dhiya Rohadatul ‘Aisy dari SMAN 11 Kota Tangsel. 

Juara ketiga diraih Kayla Rafa Nareswari dari SMAN 1 Kota Serang. 

Kategori Ranting Nusantara (umum), juara pertama diraih Dinda Eka Savitri dan juara kedua oleh Maya Meliasari dari Universitas Bina Bangsa. 

Sedangkan juara ketiga diraih Refina dari Universitas Pamulang. (*/red)

Bupati Serang Naikkan 50 Persen Insentif 7.355 Guru Madrasah dan 8.686 Guru Ngaji

By On Mei 18, 2026

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat menghadiri Peringatan Milad ke-20 PGMI Raya Kabupaten Serang tahun 2026, di GSG Ponpes Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Sabtu, 16 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Peran Guru Madrasah sangat strategis dalam kerangka pembangunan daerah, khususnya dalam upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 

Guru madrasah juga memiliki peran krusial bagi keberlangsungan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Serang. 

Hal itu disampaikan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat membuka Peringatan Milad ke-20 Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) Kabupaten Serang tahun 2026, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Sabtu, 16 Mei 2026. 

“Bahkan di tengah perkembangan zaman dan dinamika industri yang pesat di daerah kita, guru madrasah hadir sebagai benteng moral sekaligus pilar intelektual,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah. 

Ratu Zakiyah, sapaan Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, sebagai wujud nyata komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan para pejuang pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah menaikkan insentif sebesar 50 persen setiap bulannya untuk 7.355 guru madrasah dan 8.686 guru ngaji. 

Secara rinci, ia mengungkapkan insentif diperuntukkan bagi 6.190 Guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), 1.165 Guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan 8.686 guru ngaji. 

“Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan insentif bagi 4.404 guru Non-ASN jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), yang mencakup pendidik di tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga MTs (Madrasah Tsanawiyah),” ujarnya. 

Untuk diketahui, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, untuk insentif Guru Keagamaan Nonformal: 6.190 Guru MDA menerima Rp 300 ribu yang sebelumnya Rp 200 ribu per bulan, 8.686 Guru Ngaji menerima Rp 150 ribu yang sebelumnya Rp 100 ribu per bulan, dan 1.165 Guru TPQ menerima insentif Rp 150 ribu yang sebelumnya Rp 100 ribu per bulan. 

Sedangkan untuk Guru Keagamaan Formal sebanyak 741 Guru RA menerima Rp 100 ribu per guru, 1.178 Guru MI menerima Rp 100 ribu per guru, dan 2.206 Guru MTs menerima Rp 100 ribu per guru. 

Lebih lanjut Ratu Zakiyah menuturrkan, meski peningkatan belum sebanding dengan pengabdian para guru, pihaknya berharap langkah ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas mulia. 

"Diharapkan ke depan kapasitas fiskal daerah akan semakin kuat, sehingga pemerintah dapat lebih menyejahterakan para tenaga pendidik di Kabupaten Serang secara maksimal,” harapnya. 

Ratu Zakiyah berpesan agar terus berinovasi dalam mentransfer ilmu pendidikan kepada generasi, khususnya di Kabupaten Serang. 

"Jadikanlah madrasah sebagai pusat perubahan yang mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan daya saing yang tinggi,” pungkasnya. 

Turut hadir, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PGMI Raya Syamsuddin, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang Uesul Qurni, Ketua Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) PGMI Raya Kabupaten Serang Dadang, Ketua MUI Kabupaten Serang KH. Muhit, Ketua PC NU Kabupaten Serang KH. Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir, dan ratusan guru madrasah. 

Ketua DPD PGMI Raya Kabupaten Serang, Dadang memastikan, pihaknya akan mengikuti arahan Bupati Serang Ratu Zakiyah untuk terus berinovasi serta memberikan kenyamanan bagi para siswa-siswi. 

"Kita upayakan tempat pendidikan menjadi tempat yang aman dan nyaman. Maka kita evaluasi terus agar menjadikan sekolah ramah anak sehingga tujuan cita-cita pemerintah pusat bisa tercapai,” ujarnya. (*/red)

Polsek Cikande Gelar Razia Pekat, Puluhan Botol Miras Diamankan

By On Mei 18, 2026

Polsek Cikande gelar Razia Pekat, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.IDMenanggapi berbagai keluhan dan kekhawatiran masyarakat terkait maraknya peredaran dan penjualan minuman keras (miras), Polsek Cikande melaksanakan Razia Penyakit Masyarakat (Pekat), pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, mulai pukul 21.00 WIB. 

Langkah tegas ini diambil untuk menciptakan rasa aman dan tertib masyarakat, serta menindak tegas pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 

Kegiatan Razia Pekat ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikande, AKP Fredo Leonard dengan asaran utama Razia adalah lokasi yang sering dikeluhkan warga sebagai tempat penjual miras. 

Hasil penertiban di dua titik utama memberikan hasil yang signifikan. Di Depot Jamu Sehat, Pertigaan Asem, Desa Cikande, petugas mengamankan seorang warga bernama RS (21). 

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa enam dus minuman bermerek Rajawali, serta sejumlah botol berisi minuman jenis Atlas, Alexis, Kakak Tua, Anggur Merah, dan Bir Angker. 

Penindakan juga dilakukan di Warung Jamu Robi, Desa Julang. Di lokasi ini, petugas mengamankan RA (30). 

Sejumlah barang bukti yang disita dari tempat usaha tersebut meliputi satu dus Anggur Rajawali, dua botol Bir Hitam, Anggur Merah ukuran kecil, Kolesom, Anggur Putih, dan Vodka Iceland. 

Selain melakukan penindakan di dua lokasi usaha tersebut, tim operasi juga melakukan penyisiran di kawasan Industri Modern, khususnya menyasar kendaraan-kendaraan penjual minuman keras keliling yang kerap menjadi sasaran pembeli. 

Kapolsek Cikande, AKP Fredo Leonard menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bentuk respon nyata kepolisian atas aspirasi yang disampaikan warga. 

"Kami mendengar dan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat. Peredaran minuman beralkohol jika tidak dikendalikan berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban, oleh karena itu kami bertindak tegas agar wilayah Cikande tetap kondusif," ujarnya. 

Kegiatan Razia berakhir sekitar pukul 22.40 WIB, dengan keadaan aman dan terkendali. Seluruh barang bukti dan pelaku yang diamankan kini telah dibawa ke kantor Polsek Cikande untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. 

Kapolsek berkomitmen bahwa kegiatan semacam ini akan terus dilakukan secara rutin maupun mendadak guna memastikan peredaran barang terlarang dapat ditekan. (*/red)

Gubernur Andra Soni Sebut 695 Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Operasional

By On Mei 17, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat menghadiri peresmian operasionalisasi 1.061 KDMP secara online di Gerai KDMP Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 16 Mei 2026. 

TANGERANG, Kabar7.ID - Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan, sebanyak 695 Koperasi Merah Putih di Provinsi Banten sudah operasional danmenjadi bagian dari 1.061 Koperasi Merah Putih yang diresmikan operasionalnya oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto. 

"Sebanyak 155 gerai Koperasi Merah Putih telah selesai dibangun pada tahun 2026,” ujar Andra Soni saat mengikuti peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serentak oleh Presiden Prabowo Subianto secara online di Gerai Koperasi Desa Merah Putih Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 16 Mei 2026. 

“Sebanyak 727 gerai Koperasi Merah Putih masih dalam proses,” imbuhhnya. 

Andra Soni optimis Koperasi Merah Putih mampu berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Koperasi Merah Putih juga diharapkan senantiasa terus meningkatkan jumlah desa maju dan desa mandiri di Provinsi Banten," ujarnya. 

Andra Soni juga menyampaikan apresiasi gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ciakar yang telah selesai dibangun. KDMP Ciakar memiliki 560 orang anggota. 

“Gerai Koperasi Desa Merah Putih Ciakar dibangun di atas lahan 1.000 meter per segi. Memiliki unit usaha sembako dengan modal Rp 250 juta,” ujarnya. 

“Sudah memiliki klinik dan gerai apotek. Memiliki pergudangan yang dilengkapi alat transportasi dua sepeda motor roda tiga dan satu truk,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan itu, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menyampaikan terima kasih atas penunjukan KDMP Ciakar sebagai lokasi peresmian operasional Koperasi Merah Putih tingkat Provinsi Banten. 

Maesyal mengungkapkan, dari 274 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Tangerang, sebanyak 250 Koperasi Merah Putih telah operasional. 

"Yang belum operasional, kendala terkait pasokan sembako dan pengurus belum optimal,” ucapnya. 

Diketahui, peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 

“Hari ini adalah hari yang penting, tonggak bersejarah, peresmian operasionalisasi 1.061 lebih Koperasi Merah Putih,” ucapnya. 

Prabowo mengungkapkan, secara fisik mulai dari gedung, sistem, barang, petugas, hingga unsur logistik ada semua. 

"Kita mendirikan dari konsep hingga wujud kurang dari satu tahun. Dari November 2025, dalam tujuh bulan bisa operasional 1.061,” ujarnya. 

"Ini prestasi bangsa Indonesia,” tegasnya. 

Melalui Koperasi Merah Putih, Prabowo optimis pertumbuhan akan nyata dan maju. 

"Tiap desa/kelurahan punya kekuatan sendiri,” ucapnya. 

Prabowo meyakini, Koperasi Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis berdampak pada rantai pasok dan perputaran ekonomi di perdesaan. 

Dia memberikan hitungan dengan harga per porsi MBG sekitar Rp 15 ribu untuk tiga ribu penerima manfaat, perputaran uang untuk MBG bisa mencapai Rp 45 juta. 

Pada Agustus 2026, Prabowo menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Merah Putih sudah operasional. (*/red)

27 KDMP Sudah Dibangun, Bupati Serang Lakukan Inventarisir Lahan

By On Mei 17, 2026

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah hadiri peresmian operasionalisasi 1.061 KDMP serentak se-Indonesia melalui zoom meeting yang dipusatkan di KDMP Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. 

SERANG, Kabar7.ID - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Sabtu, 16 Mei 2026. 

Prabowo menyebut, peresmian hari ini sebagai tonggak bersejarah. 

Menurutnya, KDMP/KKMP lengkap memiliki gedung, gudang, sistem, barang, hingga unsur-unsur transportasi-logistik. 

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Sabtu, 16 Mei 2026, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih," kata Presiden sebelum menekan tombol peresmian. 

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah turut hadir melalui zoom meeting yang di pusatkan di KDMP Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, bersama Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang. 

Turut hadir, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Serang Maksum, Sekretaris Daerah (Sekda) Zaldi Dhuhana, Kepala Diskoumperindag Adang Rahmat, Kepala DPMD Rudy Suhartanto, dan Plt Kepala BPKAD Agus Firdaus. 

"Alhamdulillah hari ini kita baru saja mendengarkan Bapak Presiden dalam rangka peluncuran operasi gerai KDMP khusus di Kabupaten Nganjuk, umumnya bagi koperasi desa yang sudah berdiri," kata Ratu Rachmatuzakiyah kepada wartawan didampingi Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang, Kolonel Arm. Oke Kristiyanto. 

Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah menyebut, untuk di Kabupaten Serang, dari 326 desa di 29 kecamatan yang baru selesai dibangun 100 persen ada 27 KDMP, 134 di antaranya belum memiliki lahan. 

"Sisanya kita masih terus menyisir, kita masih terus memetakan sehingga tiap desa kita inginkan semuanya harus ada KDMP," ujarnya.

Adapun untuk upaya desa yang belum memiliki lahan untuk dibangun gerai KDMP, Ratu Zakiyah kembali memastikan bahwa pihaknya akan terus menyisir, menginventarisir kemungkinan ada lahan-lahan yang bisa  digunakan di desa-desa yang saat ini belum memiliki lahan. 

"Jadi kita terus memetakan mulai dari kemarin, sehingga kemudian nanti setiap desa kita menginginkan harus ada KDMP," ujarnya. 

Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, kata Ratu Zakiyah, KDMP merupakan program yang sangat luar biasa, dalam rangka memberikan keadilan bagi warga desa. 

"Tentunya untuk meningkatkan juga pertumbuhan warga di desa-desa," ucapnya. 

Sedangkan untuk waktu mulai beroperasinya KDMP, kata Ratu Zakiyah, akan melakukan koordinasi kembali bersama Kementerian Koperasi sebagai tindak lanjut diluncurkannya saat ini. 

"Kita tunggu informasi dari Kementerian Koperasi. Karena saat ini Kementerian Koperasi sedang mengadakan rekrutmen manager koperasi desa dan kelurahan merah putih. Setelah itu, mungkin nanti kita baru bisa tindaklanjuti lagi," tuturnya. 

Sebagai bentuk dukungan, Ratu Zakiyah mendorong para guru madrasah di Kabupaten Serang untuk menjadi Anggota Kopdes Merah Putih di desanya masing-masing. 

Menurutnya, program KDMP harus didukung bersama-sama, karena semakin banyak anggota koperasi maka akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. 

"Masyarakat pasti akan semakin sejahtera, atau semakin baik perputaran koperasi di wilayah itu. Maka tadi saya sampaikan ke guru madrasah untuk bersama-sama menjadi anggota KDMP, sehingga nanti pertumbuhan ekonominya akan meningkat di desa itu," tuturnya. 

Dandim 0602/Serang, Kolonel Arm. Oke Kristiyanto menambahkan, saat ini pihaknya sudah membangun sebanyak 121 KDMP. 

"Kita disini membantu percepatan untuk pembangunan lahan-lahan yang sudah disiapkan oleh Pemda," ujarnya. (*/red)

Optimalkan Ekonomi Desa, Bupati Tangerang Hadiri Peresmian Serentak Koperasi Desa Merah Putih

By On Mei 17, 2026

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peresmian serentak 1.061 KDKMP. 

TANGERANG, Kabar7.ID - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peresmian serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), dan diikuti secara virtual dari KDKMP Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 16 Mei 2026. 

Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak ketiga dalam memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. 

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita harus menggandeng CSR dan pihak ketiga. Alhamdulillah, di Kabupaten Tangerang sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan CSR dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar,” ujar Maesyal Rasyid. 

Ia menjelaskan, dari total 274 desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 250 KDKMP telah beroperasi secara penuh meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki. 

“Masih ada 24 koperasi yang saat ini dalam proses pembinaan intensif oleh Dinas Koperasi. Kami targetkan dalam waktu dekat seluruhnya sudah dapat berjalan mandiri,” tambahnya. 

Terkait kendala operasional yang dihadapi KDKMP, Bupati Maesyal juga meminta dukungan instansi vertikal guna menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok bagi koperasi desa. 

“Ada beberapa kendala terkait pasokan sembako dari distributor. Kami memohon bantuan Bulog dan Pertamina agar dapat mempercepat dukungan sehingga operasional koperasi di desa-desa tidak terhambat,” ujarnya. 

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi capaian Kabupaten Tangerang dalam pengembangan Koperasi Merah Putih. 

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari bawah yaitu dari tingkat desa. 

“Hingga tahun 2026, sekitar 695 Koperasi Merah Putih telah beroperasi di Provinsi Banten. Koperasi ini merupakan instrumen penting untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” ujar Andra Soni. 

Ia juga menyampaikan, Kabupaten Tangerang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang mencapai sekitar 5,67 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun provinsi. 

“Ekonomi desa harus bergerak. BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih harus mampu memutar roda perekonomian masyarakat dari bawah sehingga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat daerah hingga nasional,” pungkasnya. 

Usai mengikuti peresmian virtual, Bupati Tangerang bersama jajaran meninjau langsung fasilitas KDKMP Desa Ciakar yang telah dilengkapi gudang, klinik, apotek, armada truk, serta kendaraan roda tiga untuk mendukung distribusi logistik desa. 

Secara terpisah, Presiden Prabowo Subianto menyebut peresmian serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai tonggak bersejarah dalam penguatan ekonomi kerakyatan. 

“Peristiwa ini hari yang penting, tonggak bersejarah,” ujar Prabowo dalam siaran virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Kepresidenan. 

Presiden menilai, peresmian kali ini juga menjadi momentum penting karena koperasi yang diresmikan telah memiliki kesiapan operasional yang lengkap, mulai dari gedung hingga sarana pendukung lainnya. 

“Secara fisik gedungnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur logistiknya ada, ada truk dan kendaraan roda tiga. Saya kira hari ini cukup penting,” ungkapnya. 

Ia juga menjelaskan, awalnya pemerintah menargetkan peresmian sebanyak 1.300 KDKMP. Namun, setelah dilakukan evaluasi kesiapan, diputuskan sebanyak 1.061 koperasi yang diresmikan secara serentak. 

“Saya bilang cukup seribu saja. Kemudian Dirut Agrinas Palma ingat, saya ini suka angka delapan. Kalau begitu 1.061 saja. Saya kira itu semacam semangat saja,” ujar Prabowo. 

Menurut Presiden, keberhasilan mengoperasikan ribuan koperasi desa dalam waktu kurang dari satu tahun merupakan capaian besar yang menjadi fondasi penguatan ekonomi nasional berbasis desa. (*/red)

Kuras Uang Rp 139 Juta, Dua Pelaku Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi di Serang Ditangkap Polisi

By On Mei 17, 2026

Dua spesialis ganjal kartu ATM berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Serang. 

SERANG, Kabar7.ID - Usai menguras uang tabungan nasabah bank BCA hingga Rp 139 juta, dua spesialis ganjal kartu ATM berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Serang. 

Kedua pelaku, yaitu AA (30), dan HE (42), warga Dusun Johar Baru, Desa Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. 

Kedua pelaku ditangkap saat hendak kembali menjalankan aksinya di depan Indomaret Jalan Raya PLP Curug, Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis sore, 14 Mei 2026. 

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus pencurian dengan modus ganjal kartu ATM tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan korban bernama PS (32), warga Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. 

“Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan uang tabungan sebesar Rp 139 juta setelah menjadi korban pencurian dengan modus ganjal kartu ATM,” kata Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Sabtu, 16 Mei 2026. 

Kapolres menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 15 April 2026 ketika korban hendak mengambil uang di mesin ATM yang berada di dalam minimarket tidak jauh dari rumahnya. 

Saat melakukan transaksi, kartu ATM milik korban tiba-tiba tertelan mesin dan tidak bisa keluar kembali. Dalam kondisi panik, korban kemudian didatangi seseorang yang berdiri di belakangnya dan mengaku membantu. 

“Pelaku kemudian mengarahkan korban untuk menekan salah satu tombol serta memasukkan PIN ATM. Namun kartu tetap tidak keluar sehingga korban akhirnya pulang,” terang Andri Kurniawan. 

Setelah tiba di rumah, korban baru menyadari uang tabungannya di rekening bank sebesar Rp 139 juta telah raib dikuras pelaku. Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Serang. 

Berbekal laporan korban dan hasil penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim yang dipimpin Ipda Athallah Thoriq dan Aipda Sutrisno akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku. Keduanya kemudian diamankan saat akan kembali beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang. 

“Para pelaku diamankan pada saat akan melakukan aksinya di depan Indomaret Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang,” ujar Kapolres. 

Setelah berhasil mengamankan kedua tersangka, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap kendaraan dan barang bawaan pelaku. 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah alat yang diduga akan digunakan untuk menjalankan aksi pencurian dengan modus ganjal ATM. 

“Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa alat-alat yang digunakan pelaku untuk melakukan pencurian dengan modus ganjal kartu ATM,” tuturnya. 

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui telah melakukan aksi pencurian dengan modus ganjal ATM di sejumlah wilayah, termasuk di wilayah hukum Polres Serang. 

Dari hasil interogasi diketahui kedua pelaku merupakan spesialis ganjal kartu ATM yang sudah puluhan kali beraksi. 

Tercatat, mereka telah melakukan aksi serupa di 15 lokasi di wilayah hukum Polres Serang dan 10 lokasi di wilayah Tangerang. 

“Dari pengakuan tersangka, masih ada satu pelaku lainnya yang saat ini masih berada di luar dan dalam pengejaran petugas,” tegas Kapolres. 

Barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya satu unit sepeda motor PCX yang digunakan sebagai sarana, 50 kartu ATM, dua gergaji besi, tujuh potongan tusuk gigi, serta dua bungkus tusuk gigi yang digunakan sebagai alat pengganjal kartu ATM. (*/red)

Buka SMI KOMDA Banten Cup II, Gubernur Andra Soni Sebut Disiplin Jadi Kunci Atlet Raih Prestasi

By On Mei 15, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Championship 2026 SMI KOMDA Banten Cup II, di Gedung Graha Pancasila, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 14 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan, pentingnya menanamkan semangat pantang menyerah untuk terus bangkit dan berjuangan dalam mencapai tujuan terbaik, juga perlu diikuti dengan kedisiplinan. 

Hal itu disampaikan Andra Soni saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Championship 2026 Satria Muda Indonesia (SMI) KOMDA Banten Cup II, di Gedung Graha Pancasila, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 14 Mei 2026. 

“Kalau jatuh, bangkit..Jatuh, bangkit lagi. Jatuh lagi, bangkit lagi. Itu yang selalu dipesankan oleh Bapak Presiden Pak Prabowo Subianto untuk terus berjuang,” ujar Andra Soni. 

Andra Soni juga mengatakan, pencak silat bukan sekadar olahraga maupun ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan memiliki semangat juang tinggi. 

“Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, pengendalian diri, dan rasa hormat,” ujarnya. 

Andra Soni mengaku bangga melihat kedisiplinan para peserta selama proses pembukaan dan pertandingan berlangsung. 

Menurutnya, disiplin merupakan salah satu kunci untuk mengejar ketertinggalan dan memperbaiki kelemahan. 

“Salah satu cara kita untuk mengejar ketertinggalan, salah satu cara untuk menutupi kekurangan, salah satu cara untuk mempertipis kelemahan, itu adalah dengan disiplin,” ujarnya. 

Andra Soni juga mengingatkan para atlet agar tidak mudah menyerah ketika mengalami kekalahan. Sebab, hasil yang baik tidak pernah mengkhianati proses latihan yang dilakukan secara tekun dan konsisten. 

“Kalau tidak pernah latihan, tidak mungkin juara,” ucapnya. 

Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada Satria Muda Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. 

Ia menuturkan, SMI merupakan salah satu perguruan pencak silat yang memiliki sejarah panjang dan telah aktif sejak 1986. Bahkan pendiri SMI merupakan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto. 

“Pendekar itu kesatria, sportif, dan pejuang. Gak ada hasil yang bisa kita capai tanpa perjuangan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Perguruan Pencak Silat SMI KOMDA Provinsi Banten, Habibi Haliburton berharap, kejuaraan tersebut dapat menjadi agenda tahunan sekaligus ajang melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Provinsi Banten. 

“Semoga ini menjadi event tahunan kami. Bulan Juni nanti ada kejurnas, jadi pemenang ini akan kita bawa atas nama SMI KOMDA Banten untuk dapat mengharumkan nama Provinsi Banten di kejuaraan nasional,” ujarnya. 

Habibi mengatakan, para pemenang akan dipersiapkan melalui pemusatan latihan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional SMI yang akan digelar di Sentul, Bogor pada bulan Juni 2026. 

“Setelah kita data, nanti kita kumpulkan dalam pemusatan pelatihan Provinsi Banten dan kita siapkan untuk menghadapi kejuaraan nasional SMI di Sentul, Bogor,” ujarnya. 

Di tempat yang sama, Ketua Harian DPP Perguruan Pencak Silat SMI, Erizal Chaniago meminta kepada juri dan wasit selama pertandingan dapat menjujung tinggi sportivitas dan tidak berpihak kepada salah satu peserta. 

"Saya harap dengan peetandingan ini dapat menunjukan Banten sebagai gudangnya atlet pencak silat, selamat bertanding jaga kesehatan dan sportivitas," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Kejuaraan Pencak Silat Championship 2026 Satria Muda Indonesia (SMI) KOMDA Banten Cup II diikuti 343 peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum KONI Provinsi Banten Agus Rasyid, Perwakilan IPSI Banten, Pengirus SMI KOMDA Banten, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Akhmad Syaukani, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Banten Ali Hanafiah, serta tamu undangan lainnya. (Welfendry)

Polda Jatim Bongkar Modus Sindikat SIM Card Ilegal

By On Mei 15, 2026

Polda Jatim bongkar sindikat SIM card ilegal. 

SURABAYA, Kabar7.ID - Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap modus sindikat penerbitan dan pemalsuan SIM card ilegal yang digunakan untuk berbagai kejahatan digital, mulai dari scamming hingga pembuatan akun buzzer. 

Dirressiber Polda Jatim, Bimo Ariyanto, mengatakan, salah satu tersangka berinisial DBS berperan membuat website khusus bernama Fastbit yang menyediakan layanan kode OTP (one time password) dari data pribadi orang lain. 

"Selaku pemilik dan pembuat website Fastbit sejak bulan September 2025 telah membuat kode OTP untuk beberapa aplikasi di antaranya WhatsApp, Instagram, Telegram, Shopee, dan beberapa media sosial lainnya," ujar Bimo kepada wartawan, Selasa, 11 Mei 2026. 

Menurutnya, layanan tersebut disalahgunakan secara sadar oleh tersangka untuk mendukung berbagai tindak kejahatan siber. 

"Yang diduga digunakan sebagai sarana kejahatan seperti scamming, phishing, judi online, pencucian uang, pinjol ilegal, SIM swap, dan pembuatan akun buzzer," ujarnya. 

Saat melaksanakan aksinya, kata Bimo, DBS menggunakan sarana modem pool dan kartu SIM yang terdaftar data orang lain. 

Serta program modem pool manager untuk selanjutnya dijual melalui website Fastbit dengan harga bervariasi antara Rp 500 sampai Rp 8.000 per OTP. 

"Dengan keuntungan (yang diperoleh DBS) secara keseluruhan sekitar Rp 400 juta," imbuhnya. 

Bimo menyebut, untuk keseluruhan keuntungan total sejak September 2025, para DBS dan dua tersangka lain telah meraup keuntungan hingga Rp 1,2 miliar. Hal tersebut hanya bermodal penerbitan kartu SIM dengan OTP orang lain. 

"Mendapat keuntungan Rp 1,2 miliar dari penerbitan kartu SIM yang menggunakan kode OTP orang lain," tuturnya. 

Dia juga menegaskan, DBS dan dua rekannya kerap dan sengaja menyalahgunakan kode OTP untuk dijual. Meski mengetahui OTP itu milik NIK orang lain. 

"Kemungkinan besar bisa dipastikan inilah yang cikal bakal digunakan oleh para pelaku phishing, scamming, dan lain-lain. Artinya, mereka hanya membeli kode OTP. Jadi para pelaku ini membeli kepada pihak mereka itu tanpa mendapatkan fisik kartu SIM-nya," jelasnya. 

Dengan begitu, kata Bimo, layanan yang diberikan oleh DBS lewat Fastbit dan mendapat OTP, lalu warga tang tak bertanggungjawab bisa leluasa dan langsung mengakses media sosial, seperti mengaktifkan WA dan sebagainya. 

Diketahui sebelumnya, sindikat penerbitan kartu SIM ilegal yang memanfaatkan data pribadi milik orang lain dibongkar Ditressiber Polda Jatim. 

Tiga tersangka diamankan dari Bali dan Kalimantan Selatan, setelah Polisi mengendus praktik registrasi SIM card menggunakan NIK hasil curian dari marketplace. 

Dari pengungkapan itu, Polisi menyita puluhan ribu kartu SIM siap edar, modem pool, laptop, hingga perangkat komputer yang digunakan untuk memproduksi dan menjual kode OTP berbasis data ilegal. 

Para pelaku kini terancam hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 12 miliar. (*/red)

Menko Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Larang Pemutaran Film 'Pesta Babi'

By On Mei 15, 2026

Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra. 

JAKARTA, Kabar7.ID - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra menegaskan, pemerintah tidak pernah mengeluarkan arahan pelarangan pemutaran maupun kegiatan nonton bareng (Nobar) film dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita'. 

Hal ini menyusul adanya pembubaran nobar 'Pesta Babi' di beberapa daerah yang menurutnya disebabkan persoalan administrasi. 

"Tidak semua kampus melarang pemutaran film dokumenter tersebut. Di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, Nobar film itu dilarang karena persoalan prosedur administratif saja. Sementara di kampus lain di Bandung dan Sukabumi, berjalan tanpa halangan apa pun," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Mei 2026. 

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan pembubaran atau penghentian nobar film itu bukan arahan dari pemerintah ataupun aparat penegak hukum secara terpusat. 

"Melihat pola demikian, pembubaran nobar film 'Pesta Babi' bukanlah arahan dari Pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat," ujarnya. 

Film dokumenter tersebut berisi kritik terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan yang dianggap mengganggu kelestarian alam, hak ulayat masyarakat Papua, dan lingkungan hidup. 

Yusril menganggap wajar adanya kritik tersebut. 

"Saya menganggap kritik semacam itu wajar saja, walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial. 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tampak bersifat provokatif," ujarnya. 

Meski demikian, Yusril mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing hanya karena judul film yang dinilainya sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik. 

Ia menambahkan, Pemerintah juga dapat mengambil pelajaran dari kritik yang disampaikan melalui film tersebut. 

"Tetapi tentu orang tidak boleh terpancing dan bereaksi hanya karena judul provokatif yang mungkin sengaja dibuat produsernya untuk menarik perhatian. Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi," tuturnya. 

"Pemerintah dapat memetik hikmah dari film itu untuk mengevaluasi kalau-kalau ada langkah di lapangan yang perlu diperbaiki," imbuhnya. 

Terkait proyek di Papua Selatan, kata Yusril, pembukaan lahan telah dimulai sejak tahun 2022 pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo bersamaan dengan pemekaran daerah di Papua. 

Proyek itu dilanjutkan oleh pemerintahan saat ini sebagai bagian dari proyek ketahanan pangan dan energi nasional. 

"Sudah pasti proyek itu bukanlah kolonialisme modern di zaman sekarang. Papua adalah bagian integral dari NKRI. Pemerintah Pusat Republik Indonesia bukanlah Pemerintah Belanda dulu yang menyebut Papua dengan Nederlands Nieuw Guinea sebagai daerah jajahan di masa lalu. Pembukaan lahan seperti itu juga terjadi juga di Kalimantan dan pulau-pulau lain sebagai bagian integral dari NKRI," pungkasnya. 

Yusril menjelaskan, proyek strategis nasional dibangun berdasarkan kajian yang matang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

Meski begitu, kata Yusril, Pemerintah tetap membuka diri terhadap kritik untuk melakukan evaluasi pelaksanaan di lapangan. 

"PSN dibangun dengan kajian matang untuk kesejahteraan rakyat, walaupun Pemerintah tidak menutup mata terhadap segala kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaannya di lapangan," ujarnya. 

Yusril juga menyoroti penggunaan istilah 'Pesta Babi' dalam judul film yang dinilai dapat menimbulkan beragam tafsir di tengah masyarakat. Ia mendorong adanya penjelasan rinci terkait makna judul tersebut. 

"Istilah 'Pesta Babi' memang potensial memunculkan aneka tafsir. Karena itu, akan lebih baik jika penulis skenario, sutradara, dan produser juga menjelaskan makna dari kata-kata tersebut," ujarnya. 

Yusril menegaskan, keterbukaan tidak hanya dituntut dari Pemerintah, tetapi juga dari kalangan seniman dan pembuat karya seni termasuk karya film. 

"Kalau Pemerintah sering dituntut untuk terbuka, maka saatnya juga seniman, penulis skenario film, dan produser bersikap terbuka pula serta bersedia memberikan penjelasan. Pemerintah tidak bisa diam dengan berlindung di balik otoritas dan kekuasaan, dan pada saat yang sama seniman juga tidak bisa diam dan berlindung di balik kebebasan berekspresi," kata Yusril. 

Yusril kembali menekankan, Pemerintah menjamin kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi, namun kebebasan tersebut tetap harus disertai tanggung jawab moral. 

Ia menegaskan, pemerintah tak pernah melarang pemutaran film tersebut. 

"Namun, tidak ada kebebasan berekspresi tanpa tanggung jawab moral, baik kepada diri sendiri maupun kepada publik yang menerima sajian kebebasan berekspresi itu," tutupnya. (*/red)

Duduk Perkara Jaksa Tuntut Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun ke Nadiem Makarim

By On Mei 15, 2026

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim. 

JAKARTA, Kabar7.ID - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dituntut 18 tahun penjara dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 5,6 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM). 

Nilai uang pengganti tersebut disebut jauh melebihi kerugian keuangan negara dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang perdana perkara ini. 

Dalam sidang pembacaan tuntutan, Jaksa menyebut, angka Rp 5,6 triliun berasal dari penempatan uang sebesar Rp 809.597.125.000 dan peningkatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) senilai Rp 4.871.469.603.758. 

Jaksa menjelaskan, angka Rp 809.597.125.000 merujuk pada aliran dana yang masuk ke PT Gojek Indonesia dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAP) yang dinilai merupakan perusahaan milik Nadiem. 

Jaksa mengatakan, Nadiem memperoleh keuntungan ekonomis dari konflik kepentingannya sebagai Menteri sekaligus pemegang saham PT AKAP terkait investasi Google Asia Pacific. 

“Maka transaksi uang masuk ke perusahaan milik terdakwa sebesar Rp 809.597.125.000 adalah transaksi yang sengaja disamarkan dan tidak ada tujuan bisnis yang jelas sehingga itu bagian untuk menyamarkan keuntungan atau memperkaya terdakwa dari aksi korporasi yang ada di PT AKAP,” ujar Jaksa, Rabu, 13 Mei 2026. 

Sementara itu, nilai Rp 4.871.469.603.758 dinilai Jaksa sebagai peningkatan harta kekayaan terdakwa yang tidak seimbang dengan penghasilan sahnya sebagai Menteri. Nilai tersebut didasarkan pada LHKPN tahun 2022. 

JPU menduga lonjakan harta kekayaan itu berasal dari tindak pidana korupsi dalam pengadaan Chromebook periode 2020–2022. 

“Bahwa kenaikan harta kekayaan terdakwa Rp 4.871.469.603.758 diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi kaitan dengan pengadaan digitalisasi Chromebook tahun 2020 sampai dengan 2022, yang merupakan bagian skema korupsi perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan dalam hal kebijakan terdakwa Nadiem Anwar Makarim memilih ChromeOS milik Google sebagai bentuk konflik kepentingan atau conflict of interest,” tutur Jaksa. 

Jaksa juga menilai, Majelis Hakim dapat mempertimbangkan alat bukti berupa Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak atas nama Nadiem meski tidak tercantum dalam surat dakwaan. 

Menurut Jaksa, hal tersebut telah terungkap dalam fakta persidangan. 

Selain itu, Jaksa menilai, selama persidangan Nadiem gagal membuktikan bahwa harta kekayaannya yang meningkat berasal dari sumber yang sah. 

Nadiem juga dinilai tidak jujur dalam menjelaskan penghasilan sah yang diterimanya selama menjabat sebagai Menteri. 

"Akan tetapi dalam persidangan, terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambah kekayaannya, tetapi juga tidak mau secara jujur menjelaskan penghasilan yang sah dari gaji yang terdakwa terima saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Jaksa. (*/red)

Terima Audiensi Cambridge Indonesia, Gubernur Andra Soni Jajaki Kerja Sama Peningkatan Mutu Pendidikan

By On Mei 14, 2026

Gubernur Banten, Andra Soni menerima audiensi perwakilan Cambridge di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa, 12 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Gubernur Banten, Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya. 

Hal tersebut ditekankan Andra saat menerima audiensi perwakilan Cambridge di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa, 12 Mei 2026, sebagai upaya memastikan seluruh anak di Banten mendapatkan akses pendidikan terbaik. 

Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan berbagai upaya agar akses pendidikan tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) terjangkau bagi masyarakat. Selain melalu Program Sekolah Gratis, pembangunan sekolah juga dilakukan agar ada pemerataan pendidikan. Termasuk untuk merencanakan peningkatan kualitas mutu pendidikan dengan menerapkan kurikulum unggulan. 

"Pada tahun 2025 dan sebelumnya, Pemprov Banten memberikan akses seluas-luasnya kepada anak-anak Banten untuk mendapatkan pendidikan di SMA dan SMK yang layak. Berupa pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, dan sejak tahun 2025 penerapan Program Sekolah Gratis yang telah berjalan satu tahun. Insya Allah akan kita luaskan sampai tingkat Madrasah Aliyah,” kata Andra Soni. 

"Jadi setelah akses, tentunya kita juga harus meningkatkan kualitasnya. Salah satu upaya kita adalah membangun kerja sama dengan profesional pendidikan. Kita mulai dari CMBBS (Cahaya Madani Banten Boarding School),” ujarnya menambahkan. 

Andra Soni mengaku telah menerbitkan peraturan untuk pengelolaan sekolah unggulan di Provinsi Banten. 

Tapi, kata dia, sekolah unggulan ini harus terjangkau bagi semua pihak dan harus berdiri di semua daerah di kabupaten dan kota.

“Ke depan kita ingin ada sekolah-sekolah unggulan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kami sedang menuju ke arah sana,” ujarnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jamaluddin mengatakan, Gubernur Banten Andra Soni telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 24 Tahun 2026 terkait pengelolaan SMA CMBBS. 

Di aturan tersebut, kata dia, menyebutkan mengenai delapan standar pengelolaan sekolah unggulan. 

“Kaitan dengan standar kurikulum, sarana prasarana, standar isi, hingga proses di situ ada peluang wali murid untuk membantu. Duharapkan kabupaten dan kota untuk mengirimkan anak-anaknya yang pintar ke CMBBS sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Banten,” ujarnya. 

Sementara itu, Tim Cambridge Indonesia, Adri Prakoso mengatakan, saat ini di Indonesia ada empat sekolah yang merupakan Cambridge School. 

Yakni, SMA 1 Teladan Yogyakarta, SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta, SMAN Sumatera Selatan, serta SMAN 3 Ponorogo Jawa Timur. 

Sedangkan yang masih tahap persiapan atau educational partner Cambridge School adalah SMAN 2 Solok, SMAN 1 Payakumbuh, dan SMAN 2 Bukittinggi. 

“Kurikulum Cambridge merupakan sistem pendidikan terintegrasi, fokus kepada siswa, multilingualism, berstandar internasional, serta dukungan global regional,” jelasnya.

Adri mengungkapkan, dengan penerapan kurikulum Cambridge, para siswa siap dan mampu berprestasi di tingkat nasional, regional, bahkan internasional. Para siswa juga siap melanjutkan kuliah di perguruan di luar negeri. 

“Cambridge Indonesia memiliki ekosistem pendidikan dari TK hingga SMA,” katanya. (*/red)

Pimpim Rakor Forkopimda, Bupati Serang Bahas Berbagai Isu Jelang Idul Adha

By On Mei 14, 2026

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah saat memimpin Rakor Forkopimda Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati, Selasa, 12 Mei 2026. 

SERANG, Kabar7.ID - Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati, Selasa, 12 Mei 2026. 

Rakor tersebut membahas berbagai isu menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

“Hari ini adalah rapat ke-3 dengan seluruh Anggota Forkopimda di Kabupaten Serang, membahas isu strategis menjelang Iduladha. Pertama, menjelang Idul Adha 1447 Hijriah yang sebentar lagi, atau beberapa hari lagi akan kita laksanakan bersama,” ujar Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah kepada wartawan usai Rakor. 

Kemudian, kata Ratu Zakiyah, sapaan Ratu Rachmatuzakiyah, tentang stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha yang juga kaitannya dengan ketahanan pangan. 

Pihaknya juga membahas progres Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan lainnya. 

“Jadi ada beberapa hal yang disampaikan. Secara umum, pertama mengenai ketertiban masyarakat juga sudah kami bahas. Kami juga meminta masukan-masukan dari berbagai unsur Forkopimda. Secara umum, ketertiban di wilayah Kabupaten Serang alhamdulillah aman,” ujarnya. 

Selanjutnya, kata dia, menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, para lintas sektoral sudah memberikan masukan-masukan, pertama untuk pengamanan jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Serang. Hal ini guna mengantisipasi menjelang cuti bersama yang akan dilaksanakan pada 14-15-16-17 Mei 2026. 

“Saya juga meminta unsur Forkopimda, khususnya Satpol PP dan Dishub, untuk mengatur lalu lintas di wilayah Kabupaten Serang, karena akan banyak terjadi kemacetan khususnya di wilayah pariwisata,” katanya. 

Terkait dengan harga sembako, Ratu Zakiyah memastikan hingga saat ini masih stabil. 

"Harga sembako sebagian besar sebetulnya masih stabil. Tadi beras harganya masih stabil. Kemudian ada satu sampai dua komoditas di angkanya masih di atas Rp 50 ribu per kilogram, yaitu cabai keriting dan cabai rawit hijau, harganya agak tinggi. Kalau harga telur turun, kemudian daging stabil. Jadi secara keseluruhan harga masih normal,” terangnya. 

Di sisi lain, Ratu Zakiyah menyampaikan terima kasih kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang sudah merealisasikan bantuan distribusi pangan. 

Sebelumnya, Kabupaten Serang mendapatkan 64 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, setelah pihaknya berkoordinasi kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan dan ditindaklanjuti oleh Bapanas untuk menambahkan distribusi atau penerima manfaat dari Kabupaten Serang. 

“Kami sampaikan, Januari, Februari, Maret kami mengalami bencana dan 830 hektare gagal panen, jadi butuh subsidi atau support dari pemerintah pusat. Alhamdulillah tahun ini tiga kali lipat, dari 64 ribu menjadi 190 ribu penerima manfaat. Terima kasih Pak Presiden, Menko Bidang Pangan, dan Bapanas atas pemberian distribusi tambahan bantuan bagi warga kami di Kabupaten Serang,” ucapnya. 

Turut hadir Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas, Sekretaris Daerah (Sekda) Zaldi Dhuhana, unsur Forkopimda, dan para Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. (*/red)

Satpam di Surabaya Tewas Ditusuk Rekan Kerja Gegara Pinjol

By On Mei 14, 2026

Foto ilustrasi. 

SURABAYA, Kabar7.ID - Seorang satpam perumahan di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), berinisial DM (48) tewas ditusuk, diduga dipicu persoalan pinjaman online (Pinjol). 

Diketahui, pelaku merupakan rekan kerja sesama satpam perumahan berinisial OA (26). 

Pelaku telah ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya di kamar kosnya di Kawasan Sememi, Benowo, pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. 

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pembunuhan berawal dari perselisihan terkait pembayaran utang Pinjol yang digunakan bersama oleh korban dan pelaku. 

"Motif pembunuhan itu diawali dengan permasalahan Pinjol. Menurut pengakuannya, uang Pinjol itu digunakan berdua antara tersangka dan korban," kata Edy kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026. 

Menurutnya, cekcok mengenai tanggung jawab pelunasan utang Pinjol memicu pembunuhan satpam tersebut. 

Perselisihan itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026, sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong dekat pos satpam tempat mereka bekerja. 

Dalam kondisi emosi, pelaku diduga menyerang korban menggunakan pisau dan menusuk beberapa bagian tubuh vital. 

"Ada ketersinggungan berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran Pinjol itu. Adanya percekcokan itulah akhirnya tersangka melakukan pembunuhan korban dengan cara menusuk leher dan dada. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” tutur Edy. 

Akibat luka tusuk di bagian leher dan dada, korban mengalami pendarahan hebat hingga meninggal di lokasi kejadian. 

Sempat Keluhkan Akun Pinjol Dipinjam

Adik korban, Adi Deden Februadi (35) mengungkapkan bahwa kakaknya sempat bercerita kepada sang istri mengenai akun Pinjol miliknya yang dipakai oleh pelaku. 

"Jadi korban mengeluh akun Shopee pay later-nya dipinjam temannya itu. Ngomongnya istrinya itu beberapa bulan yang lalu," ujar Adi kepada wartawan di RS Bhayangkara Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. 

Korban juga sempat meminta saran kepada adiknya terkait cara menonaktifkan akun Pinjol tersebut. 

"Cuma telepon saya kayak gitu aja sih. Cara untuk menonaktifkan (akun pinjol) itu. Menstop gitu ya,” ujarnya. 

Adi mengaku telah mengingatkan kakaknya agar berhati-hati apabila terdapat tunggakan pembayaran Pinjol. 

"Saya bilang juga, misalnya enggak mau bayar hati-hati loh," pungkasnya. (*/red)

Mahasiswi UNU Blitar Korban Pelecehan Seksual Tuntut Dosen Terduga Pelaku Dipecat

By On Mei 14, 2026

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. 

BLITAR, Kabar7.ID - Sejumlah mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku diduga oknum salah satu dosen. 

Salah seseorang mahasiswi yang enggan disebut namanya mengaku menjadi salah satu korban dugaan pelecehan dari oknum dosen tersebut. 

Ia menyebut, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat di dalam kelas. 

"Iya sempat pernah dipegang-pegang, di dalam kelas. Awalnya biasa saja mungkin tidak sengaja, tapi kok terjadi beberapa kali," ujarnya kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026. 

Menurutnya, oknum dosen tersebut beberapa kali melakukan dugaan pelecehan terhadap mahasiswi yang lain. 

Adapun pelecehan itu dilakukan secara verbal dan non-verbal. 

"Ya jelas bikin risih. Ada teman saya juga yang dicolek dagunya, pernah juga ngomong tidak pantas tentang teman saya ke saya," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat UNU Blitar, Ahmad Kafiy mengatakan, pihaknya menerima laporan pendampingan korban dugaan pelecehan seksual tersebut. 

Menurutnya, ada sekitar lima mahasiswi yang meminta pendampingan. 

"Sementara ada lima orang yang lapor meminta pendampingan ke kami, tapi kalau kami menginvestigasi itu lebih dari 10 orang," ujarnya. 

Kafiy mengatakan, perlakuan tidak pantas itu tidak hanya terjadi di lingkungan kampus. 

Namun, kata dia, ada pula mahasiswi bimbingan oknum dosen tersebut yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual. 

"Korbannya seluruh jenjang, bahkan ada modus yang bimbingan skripsi harus di rumah oknum dosen tersebut," ujarnya. 

Dia juga mengatakan, kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen itu sempat mencuat namun tidak ada tindaklanjut. 

Saat ini, kata dia, dugaan pelecehan seksual itu kembali muncul dengan adanya laporan dari korban. 

Mahasiswa meminta agar pihak universitas menindak oknum dosen tersebut. Termasuk memberikan sanksi tegas. Salah satunya yakni mengeluarkan oknum dosen itu. 

"Kami minta agar dosen ini tidak hanya dilarang untuk mengajar, tapi dikeluarkan dari kampus. Kami juga masih menunggu hasil keputusan dari pihak kampus," pungkasnya. (*/red)

KPK Dalami Aliran Uang Dugaan Korupsi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

By On Mei 14, 2026

Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq. 

JAKARTA, Kabar7.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan penerimaan uang oleh Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan. 

Pendalaman tersebut dilakukan melalui pemeriksaan seorang saksi, bernama Ryan Savero yang berprofesi sebagai wiraswasta, pada Senin, 11 Mei 2026. 

Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, penyidik menggali informasi terkait dugaan aliran dana yang diterima tersangka FAR. 

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait adanya dugaan penerimaan uang oleh tersangka FAR,” kata Budi kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026. 

Namun demikian, KPK belum membeberkan secara rinci terkait bentuk maupun nominal penerimaan uang tersebut. Penyidik masih menelusuri tujuan dan latar belakang pemberian dana itu. 

“Penyidik masih akan menelusuri maksud dan tujuan dari aliran uang tersebut,” ujarnya. 

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Semarang pada Selasa, 03 Maret 2026. 

Dalam OTT tersebut, sebanyak 14 orang diamankan dari wilayah Semarang dan Pekalongan. 

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, FAR langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. 

"KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap saudari FAR,” kata Asep kepada wartawan saat Konferensi Pers di Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 04 Maret 2026. 

Dalam kasus itu, FAR disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. (*/red)

Delapan Terdakwa Korupsi Minyak Mentah Divonis Empat Hingga Enam Tahun Penjara

By On Mei 14, 2026

Sidang kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada Pertamina. 

JAKARTA, Kabar7.ID - Sebanyak delapan terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah divonis empat hingga enam tahun penjara. 

Hakim menyatakan para terdakwa bersalah melakukan korupsi dalam kasus tersebut. 

Sidang vonis digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Para terdakwa juga dijatuhi hukuman membayar denda Rp 1 miliar. 

"Menyatakan terdakwa telah terbukti meyakinkan bersalah dalam melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim, Asek Nurhadi saat membacakan amar putusan. 

Berikut vonis lengkap delapan terdakwa dalam perkara ini: 

1. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) periode 2021-2023 Alfian Nasution divonis enam tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

2. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina periode 2012-2014 Hanung Budya Yuktyanta, divonis enam tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

3. Business Development Manager Trafigura Pte Ltd periode 2019-2021 Martin Haendra Nata, divonis lima tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

4. Toto Nugroho selaku Senior Vice President (SVP) Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina periode 2017-2018, divonis lima tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

5. Dwi Sudarsono selaku VP Crude, Product Trading, and Commercial (CPTC) periode 2019-2020, divonis empat tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

6. Hasto Wibowo selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga pada Pertamina Patra Niaga periode 2020-2021, divonis lima tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

7. Arief Sukmara selaku Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS) periode 2024-2025, divonis enam tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

8. Indra Putra selaku Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi, divonis empat tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 150 hari pidana kurungan. 

(*/red)

Maraknya Pinjol dan Peran Lembaga Keuangan Syariah

By On Mei 14, 2026

Foto ilustrasi. 

Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif 

Indonesia sedang menghadapi ironi besar dalam sektor keuangan. Di satu sisi, inklusi keuangan terus meningkat. 

Masyarakat semakin mudah mengakses layanan keuangan digital hanya lewat genggaman tangan. 

Namun di sisi lain, kemudahan tersebut justru melahirkan ancaman baru, yaitu ledakan utang rumah tangga berbasis pinjaman daring (atau biasa masyarakat menyebutnya sebagai pinjol). 

Fenomena ini berkembang sangat cepat. Pinjol bukan lagi sekadar alternatif pembiayaan darurat, tetapi telah berubah menjadi "napas tambahan" bagi jutaan rumah tangga yang mengalami tekanan ekonomi. 

Ketika gaji tidak cukup hingga akhir bulan, ketika biaya sekolah anak meningkat, ketika harga kebutuhan pokok naik lebih cepat dibanding pendapatan, pinjol hadir menawarkan solusi instan. 

Tidak banyak persyaratan untuk memperoleh pinjaman. Masyarakat hanya cukup mengunggah KTP, verifikasi wajah, dan dalam hitungan menit dana bisa cair. 

Namun, seperti banyak solusi instan lainnya, kemudahan itu menyimpan jebakan yang perlahan menggerus ketahanan ekonomi keluarga. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan outstanding pembiayaan pinjol mencapai sekitar Rp 84,66 triliun pada Juli 2025 atau tumbuh lebih dari 22 persen secara tahunan. 

Bahkan sebelumnya, outstanding pinjol sudah menembus Rp 80 triliun pada awal 2025. 

Angka tersebut bukan sekadar statistik industri keuangan digital. Di baliknya ada jutaan rumah tangga yang sedang bertahan hidup dengan utang jangka pendek. 

Lebih mengkhawatirkan lagi, fenomena ini kini tidak hanya menyasar masyarakat miskin. Kelas menengah pun mulai terjebak. 

Banyak pekerja formal dengan penghasilan tetap ternyata hidup dalam kondisi arus kas yang rapuh. 

Gaji datang hanya lewat. Sebagian besar habis membayar cicilan, kebutuhan konsumsi, dan biaya hidup yang terus meningkat. Akibatnya, ruang fiskal rumah tangga semakin sempit. 

Ketika terjadi kebutuhan mendadak seperti anak sakit, motor rusak, biaya sekolah, atau tagihan kontrakan, maka pinjol menjadi jalan tercepat. 

Persoalannya, solusi cepat itu sering berubah menjadi lingkaran utang tanpa akhir. 

Di tengah situasi ini, pertanyaan besar mulai muncul, yaitu di mana peran lembaga keuangan syariah? 

Mengapa lembaga keuangan syariah belum tampil sebagai solusi utama bagi masyarakat yang terjebak krisis finansial rumah tangga? 

Krisis rumah tangga di Indonesia hari ini tidak selalu disebabkan oleh rendahnya pendapatan. 

Masalah utamanya justru terletak pada ketidakseimbangan antara pertumbuhan penghasilan dan laju kenaikan pengeluaran. 

Harga kebutuhan pokok meningkat. Biaya pendidikan naik. Tarif transportasi bertambah. Gaya hidup digital juga mendorong konsumsi yang semakin agresif. 

Namun, di saat bersamaan, pertumbuhan pendapatan masyarakat tidak bergerak secepat itu. Akibatnya, banyak rumah tangga hidup dalam kondisi "besar pasak daripada tiang". 

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap pembiayaan konsumtif digital seperti pinjol dan paylater. 

Bahkan dalam berbagai diskusi publik digital, banyak masyarakat mengaku harus meminjam di satu aplikasi untuk membayar aplikasi lain. 

Ada yang awalnya hanya meminjam Rp 1 juta untuk kebutuhan mendesak, tetapi akhirnya memiliki utang di lima hingga sepuluh aplikasi sekaligus. Kondisi inilah yang disebut jebakan utang digital. 

Masalahnya semakin kompleks karena sebagian masyarakat tidak benar-benar memahami risiko finansial dari pinjaman tersebut. 

Mereka hanya fokus pada kemudahan pencairan dana, tanpa menghitung kemampuan membayar di masa depan. 

Padahal bunga, biaya layanan, dan denda keterlambatan dapat membuat total pembayaran membengkak jauh lebih besar dibanding pokok pinjaman. 

Lebih dari itu, pinjol juga mengubah perilaku ekonomi masyarakat. Budaya menabung perlahan tergeser menjadi budaya konsumsi instan berbasis utang. 

Segala kebutuhan dianggap bisa diselesaikan dengan pinjaman cepat. Dalam jangka panjang, ini sangat berbahaya bagi ketahanan ekonomi nasional. 

Ironisnya, fenomena ledakan pinjol justru terjadi ketika tingkat inklusi keuangan Indonesia meningkat secara signifikan. 

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sementara indeks literasi keuangan berada di level 66,46 persen. 

Hal ini berarti masyarakat semakin banyak menggunakan layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami cara mengelola risiko dan kesehatan finansial. 

Kesenjangan antara inklusi dan literasi inilah yang menjadi lahan subur bagi pertumbuhan pinjol. 

Masyarakat mudah mengakses layanan keuangan digital, tetapi tidak semuanya memahami implikasi bunga, tenor, penalti, maupun dampak psikologis utang berkepanjangan. 

Fakta yang juga menarik, data SNLIK 2025 juga menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah baru mencapai 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah hanya 13,41 persen. 

Angka ini menyimpan dua makna sekaligus. Pertama, sektor keuangan syariah masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. 

Kedua, lembaga keuangan syariah belum benar-benar hadir dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

Padahal Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. 

Pertanyaan penting yang perlu dijawab secara jujur adalah mengapa masyarakat lebih tertarik menggunakan pinjol dibandingkan dengan lembaga keuangan formal, termasuk lembaga keuangan syariah? 

Jawabannya sederhana, yaitu karena pinjol memahami kebutuhan masyarakat modern. 

Pinjol menawarkan kecepatan. Mereka memahami bahwa masyarakat saat ini hidup dalam ritme serba instan. 

Orang tidak ingin menunggu berhari-hari hanya untuk mendapatkan pinjaman kecil. 

Pinjol juga menawarkan kemudahan akses. Tidak perlu agunan, tidak perlu proses rumit, tidak perlu datang ke kantor. 

Sementara sebagian lembaga keuangan formal masih terjebak dalam birokrasi panjang. 

Banyak masyarakat kecil merasa takut atau minder datang ke bank. Mereka khawatir ditolak karena tidak memiliki slip gaji tetap atau jaminan aset. Sebaliknya, aplikasi pinjol terasa lebih "ramah" secara psikologis. 

Fenomena ini memperlihatkan bahwa masalah utama bukan sekadar kebutuhan pembiayaan, tetapi soal aksesibilitas dan pengalaman layanan. 

Lembaga keuangan syariah sebenarnya memiliki peluang besar untuk masuk ke ruang ini. 

Sayangnya, banyak yang masih bergerak lambat dalam transformasi digital dan inovasi layanan. 

Akibatnya, pasar pembiayaan mikro dan ultra mikro justru dikuasai fintech konvensional. 

Secara filosofis, lembaga keuangan syariah lahir untuk menghadirkan sistem ekonomi yang lebih adil, beretika, dan berpihak pada masyarakat. 

Spirit dasarnya adalah kemaslahatan. Namun, dalam praktiknya, sebagian lembaga keuangan syariah justru terlihat terlalu formal dan elitis. 

Produk-produk yang ditawarkan sering kali lebih fokus pada segmen menengah atas. Pembiayaan lebih banyak mengalir ke sektor aman dan konsumtif. 

Sementara masyarakat kecil yang membutuhkan akses cepat dan fleksibel masih kesulitan menjangkau layanan tersebut. Akibatnya terjadi kekosongan pasar. 

Ketika ada kebutuhan yang tidak dipenuhi, maka akan muncul pemain lain yang mengisinya. Pinjol berhasil masuk ke ruang kosong itu. 

Padahal lembaga keuangan syariah memiliki modal sosial yang sangat besar. 

Prinsip keadilan, larangan riba, semangat tolong-menolong, serta keberadaan instrumen sosial Islam seperti zakat dan wakaf seharusnya membuat mereka lebih relevan dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Namun potensi besar itu belum sepenuhnya dimanfaatkan. 

Fenomena pinjol sering dipandang hanya sebagai persoalan kredit macet atau gagal bayar. Padahal dampaknya jauh lebih luas. 

Krisis finansial rumah tangga dapat memicu berbagai persoalan sosial. Konflik keluarga meningkat akibat tekanan ekonomi. 

Produktivitas kerja menurun karena stres finansial. Kesehatan mental terganggu. Bahkan dalam beberapa kasus, tekanan utang memicu tindakan kriminal maupun bunuh diri. Hal ini berarti masalah ini sudah bergerak melampaui sektor keuangan. 

Fenomena ini juga berbahaya bagi perekonomian nasional. Mengapa? Karena konsumsi rumah tangga merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Ketika rumah tangga semakin rapuh secara finansial, daya beli masyarakat akan melemah. 

Dalam jangka panjang, masyarakat yang terus terjebak utang konsumtif juga kehilangan kemampuan membangun aset produktif. 

Pendapatan habis untuk membayar cicilan. Tabungan menurun. Investasi pendidikan anak terganggu. Akibatnya, lahir generasi yang secara ekonomi semakin rentan. 

Fenomena pinjol seharusnya menjadi alarm bagi lembaga keuangan syariah. Jika tidak segera bertransformasi, mereka akan kehilangan relevansi sosial. Terdapat beberapa langkah strategi yang perlu dilakukan. 

Pertama, membangun pembiayaan digital syariah yang cepat dan sederhana. Masyarakat membutuhkan layanan keuangan yang mudah diakses. 

Karena itu, lembaga keuangan syariah harus berani membangun ekosistem digital yang kompetitif. 

Proses pengajuan pembiayaan harus lebih sederhana, cepat, dan fleksibel tanpa menghilangkan prinsip kehati-hatian. 

Jika fintech konvensional bisa mencairkan dana dalam hitungan menit, maka lembaga keuangan syariah juga harus mampu menghadirkan layanan yang efisien. 

Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. 

Kedua, memperkuat pembiayaan produktif mikro. Banyak masyarakat menggunakan pinjol bukan untuk konsumsi mewah, tetapi untuk mempertahankan usaha kecil mereka. 

Pedagang warung, penjual makanan, pengemudi ojek online, hingga pelaku UMKM sering kali membutuhkan modal cepat untuk menjaga arus kas usaha. Di sinilah lembaga keuangan syariah harus hadir. 

Pembiayaan berbasis musyarakah, mudharabah, maupun murabahah mikro perlu diperluas dengan pendekatan yang lebih inklusif. 

Jangan sampai masyarakat kecil justru lebih mudah mendapat pinjaman dari aplikasi dibandingkan dengan lembaga keuangan syariah. 

Ketiga, mengintegrasikan keuangan sosial Islam. Indonesia memiliki potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang sangat besar. 

Sayangnya, integrasi antara instrumen sosial Islam dan lembaga keuangan formal masih belum optimal. 

Padahal dana sosial Islam dapat menjadi bantalan penting bagi kelompok rentan yang terjebak krisis ekonomi. 

Misalnya, dana zakat produktif bisa digunakan untuk membantu keluarga miskin keluar dari jerat utang konsumtif. 

Wakaf produktif dapat mendukung pembiayaan UMKM berbasis komunitas. 

Jika dikelola serius, ekosistem ekonomi syariah bisa menjadi solusi nyata bagi krisis finansial rumah tangga. 

Keempat, memperkuat literasi keuangan keluarga. Masalah pinjol tidak akan selesai hanya dengan regulasi. 

Akar persoalannya juga terletak pada rendahnya literasi keuangan masyarakat. 

Karena itu, lembaga keuangan syariah harus lebih aktif membangun edukasi finansial berbasis komunitas. 

Edukasi mengenai pengelolaan utang, prioritas kebutuhan, dana darurat, hingga investasi produktif harus diperluas. 

Masjid, pesantren, sekolah, kampus, dan komunitas masyarakat dapat menjadi pusat edukasi ekonomi keluarga. 

Kelima, mengubah orientasi bisnis. Lembaga keuangan syariah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan aset dan laba. 

Mereka harus kembali pada tujuan utama ekonomi syariah, yaitu menciptakan keadilan dan kemaslahatan sosial. 

Ukuran keberhasilan tidak boleh hanya berupa pertumbuhan pembiayaan atau laba tahunan. 

Yang lebih penting adalah seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. 

Berapa banyak UMKM yang berhasil naik kelas? 

Berapa banyak keluarga yang berhasil keluar dari jebakan utang? 

Berapa banyak masyarakat rentan yang mendapat akses pembiayaan sehat? 

Inilah ukuran keberhasilan yang seharusnya diperjuangkan. 

Di tengah meningkatnya keresahan masyarakat terhadap pinjol dan utang digital, sebenarnya ada peluang besar bagi kebangkitan ekonomi syariah. 

Masyarakat mulai mencari sistem keuangan yang lebih adil, lebih manusiawi, dan tidak eksploitatif. Namun peluang itu tidak akan datang otomatis. 

Lembaga keuangan syariah harus bergerak lebih agresif. Mereka harus keluar dari zona nyaman dan lebih dekat dengan realitas masyarakat akar rumput. 

Jika tidak, maka label "syariah" hanya akan menjadi identitas administratif tanpa dampak sosial yang nyata. 

Padahal semangat ekonomi syariah sejatinya bukan sekadar soal akad dan terminologi Arab. 

Spirit utamanya adalah menghadirkan sistem ekonomi yang melindungi manusia dari eksploitasi dan ketidakadilan. 

Fenomena pinjol hari ini ibarat gunung es. Fenomena yang terlihat mungkin hanya angka outstanding pembiayaan dan kredit macet. 

Namun di bawah permukaan, ada tekanan sosial yang jauh lebih besar, seperti masyarakat yang mulai kehilangan tabungan, ada yang hidup dari utang ke utang. 

Kemudian ada pula anak muda yang tumbuh dalam budaya konsumsi instan, pelaku UMKM yang bertahan hidup dengan bunga tinggi, serta ada rumah tangga yang perlahan kehilangan masa depannya karena jebakan finansial digital. 

Jika kondisi ini terus berlangsung, Indonesia bukan hanya menghadapi ancaman ekonomi, tetapi juga ancaman sosial jangka panjang. 

Karena itu, fenomena pinjol tidak cukup dijawab dengan penertiban aplikasi ilegal atau pembatasan bunga semata. 

Hal yang jauh lebih penting adalah membangun sistem keuangan yang benar-benar berpihak pada keberlanjutan ekonomi keluarga. 

Di titik inilah lembaga keuangan syariah seharusnya mengambil peran besar. 

Bukan sekadar menjadi alternatif lembaga keuangan, tetapi menjadi benteng perlindungan ekonomi masyarakat. 

Sebab pada akhirnya, kekuatan ekonomi suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi. 

Kekuatan ekonomi bangsa juga ditentukan oleh seberapa kokoh rumah tangga menopang kehidupannya. 

Penulis adalah Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah

Sumber: cnbcindonesia.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *