Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
ASDP Kendalikan Puncak Arus Mudik, Ratusan Ribu Penumpang Sudah Menyeberang

By On Maret 19, 2026


Merak – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 kini memasuki fase puncak. Pergerakan masyarakat dari Jawa menuju Sumatera terus menunjukkan tren peningkatan signifikan, menjadikan lintasan Merak–Bakauheni sebagai barometer utama arus mudik nasional. Di tengah lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan layanan penyeberangan berjalan optimal.

Berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara selama periode 8 jam (19 Maret 2026 pukul 00.00–08.00 WIB) atau H-2, tercatat sebanyak 79.521 penumpang telah menyeberang, meningkat 20,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 66.044 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 27.157 unit atau naik 22,2% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 22.222 unit.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa tren ini menunjukkan arus mudik telah memasuki fase puncak sejak Selasa (17/3) dan diproyeksikan berlangsung hingga Kamis (19/3).

“Peningkatan mobilisasi ini mencerminkan fase puncak arus mudik. ASDP terus memperkuat operasional dan koordinasi lintas pemangku kepentingan guna memastikan layanan tetap optimal, aman, dan lancar,” ujar Heru, Kamis (19/3).

H-3 Puncak Arus Mudik

Lonjakan signifikan tercatat pada 18 Maret (H-3) dengan 163.603 penumpang dan 44.440 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 17 Maret yang mencatat 104.321 penumpang dan 27.527 kendaraan. Tren kenaikan ini diperkirakan masih berlanjut seiring tingginya mobilitas masyarakat menjelang hari raya.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik, ASDP mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari di lintasan Merak–Bakauheni sesuai tingkat kepadatan. Rekayasa lalu lintas melalui pengalihan ke pelabuhan alternatif, penerapan delaying system di sejumlah buffer zone, serta penguatan koordinasi dengan stakeholder dilakukan secara intensif.

Optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) menjadi strategi utama dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan. Melalui pola ini, kapal yang tiba langsung melakukan bongkar muatan dan segera diberangkatkan kembali, sehingga waktu sandar dapat ditekan dan kapasitas layanan meningkat secara signifikan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik melalui pembelian tiket sebelum tiba di pelabuhan.

“Pastikan data identitas telah diisi dengan benar dan datang sesuai jadwal pada tiket. Melalui Ferizy, pengguna juga dapat melakukan reschedule dengan potongan 10 persen atau refund dengan potongan 25 persen sesuai ketentuan. Ini menjadi bentuk fleksibilitas layanan kami di tengah tingginya mobilitas,” jelas Windy.

Hingga H-2, Trafik Ramai Lancar

Secara kumulatif, data Posko Merak dari H-10 hingga H-2 mencatat sebanyak 711.052 penumpang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera, meningkat 3,5% dibandingkan tahun lalu sebanyak 636.741 orang. Total kendaraan mencapai 190.479 unit atau naik 9,3% dari 174.246 unit.

Adapun dari Sumatera ke Jawa, tercatat 348.766 penumpang atau naik 2,9% dibandingkan tahun lalu sebanyak 338.911 orang. Sementara kendaraan mencapai 72.696 unit atau meningkat 8,9% dari 66.749 unit.

Dengan kesiapan operasional yang matang dan koordinasi yang solid, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran bagi seluruh pengguna jasa pada momen puncak arus mudik Lebaran tahun ini. (*/Dwi)

Pemerintah Pastikan Merak Siap Hadapi Gelombang Mudik Lebaran

By On Maret 14, 2026

 


*Merak, 13 Maret 2026* – Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional berada dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni, jalur vital yang setiap tahunnya menghubungkan jutaan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama para pemangku kepentingan melakukan kunjungan kerja dan rapat koordinasi di Pelabuhan Merak, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026, termasuk estimasi puncak arus mudik dan arus balik. Dengan rentang waktu libur yang cukup panjang, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat dapat lebih merata sehingga kepadatan dapat diminimalkan. "Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman dan nyaman," ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta pengawasan ketat pada periode arus puncak. Seluruh pihak juga diminta berkomitmen menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran.

Sebagai operator utama layanan penyeberangan, ASDP bersama para pemangku kepentingan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Salah satunya melalui penerapan delaying system di sejumlah titik bufferzone, antara lain Rest Area KM43 dan KM68 serta Bufferzone JLS di Merak, serta Rest Area KM87B, KM67B, KM49B, KM33B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni. Sistem ini berfungsi mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan sehingga kepadatan dapat dikelola dengan lebih baik.

Kesiapan tersebut juga didukung oleh pengamanan terpadu dengan total 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni yang disiagakan di jalan raya, bufferzone, hingga area pelabuhan. Selain penguatan operasional, ASDP juga menghadirkan fasilitas pendukung yang semakin ramah bagi pengguna jasa. Area pelabuhan kini dilengkapi tenant makanan dan minuman, minimarket, pusat oleh-oleh, hingga ruang bermain anak. Ruang tunggu reguler maupun eksekutif juga dilengkapi pendingin ruangan, mushola, kursi pijat, serta mesin penjual minuman otomatis sebagai ruang rehat sebelum berlayar.

*Ramah Anak*

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi turut mengapresiasi fasilitas ramah anak dan keluarga di pelabuhan. Ia menilai keberadaan ruang bermain anak mampu menciptakan suasana perjalanan yang lebih hangat dan memperkuat interaksi antara orang tua dan anak.

Untuk perjalanan yang lebih optimal, ASDP menghadirkan sistem layanan tiket digital Ferizy yang memudahkan pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan secara lebih praktis dan terjadwal. 

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan, melalui platform ini, tiket penyeberangan dapat dipesan hingga H-60 sebelum keberangkatan, dengan e-ticket yang dikirim langsung melalui WhatsApp maupun e-mail, serta didukung beragam metode pembayaran digital yang semakin mempermudah transaksi bagi masyarakat. “Kami dorong masyarakat yang akan mudik, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujar Heru.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya sosialisasi pembelian tiket secara online agar dilakukan secara lebih masif. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci untuk menjaga kelancaran operasional dan mengurangi potensi antrean kendaraan di pelabuhan selama periode mudik.

Dengan kesiapan operasional yang matang serta dukungan sistem digital yang semakin terintegrasi, ASDP bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

*Trafik Ramai Terkendali*

Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam periode 12 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-9, tercatat 254 trip kapal beroperasi.

Realisasi penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-9 mencapai 41.171 orang atau turun 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.073 orang.

Kendaraan roda dua tercatat 1.152 unit atau turun 27,7% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.593 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.364 unit atau turun 27,9% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 6.051 unit. 

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-9 mencapai 10.117 unit atau turun 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12.347 unit.

Adapun akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-9 tercatat 75.914 orang atau turun 15,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 89.607 orang, dengan total kendaraan mencapai 18.911 unit atau turun 12,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 21.514 unit.

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama periode yang sama (H-9), tercatat 123 trip kapal beroperasi. Realisasi penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 35.251 orang atau turun 7,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.946 orang.

Kendaraan roda dua tercatat 403 unit atau turun 24,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 531 unit. Kendaraan roda empat mencapai 2.877 unit atau turun 10,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.212 unit. Sementara itu, truk mencapai 4.425 unit atau naik 25,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.524 unit, sedangkan bus tercatat 515 unit atau turun 12,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 587 unit.

Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H-9 tercatat 8.220 unit atau naik 4,7% dibandingkan tahun lalu sebanyak 7.854 unit.

Adapun total penumpang dari H-10 hingga H-9 mencapai 60.558 orang atau turun 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 69.450 orang. Total kendaraan tercatat 14.369 unit atau turun 6,8% dibandingkan tahun lalu sebanyak 15.416 unit.

Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal

By On Maret 13, 2026


Cilegon - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus mudik Lebaran 2026 di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten Jumat, 13 Maret 2025. Dalam tinjauan ini, turut hadir Menko PMK Pratikno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kapolri menuturkan, berdasarkan laporan dari ASDP maupun dari Polda Banten dan Polda Lampung terkait dengan kesiapan pelayanan mudik, khususnya di wilayah penyeberangan, ia melihat ada beberapa inovasi tambahan yang diharapkan bisa mengurai permasalahan dari tahun ke tahun terkait dengan antrean.

"Ada penambahan buffer zone dan juga ada penambahan pelabuhan baru yang tentunya diharapkan ini betul-betul bisa disosialisasikan, termasuk Command Center yang digunakan untuk betul-betul bisa mengendalikan real-time dan masyarakat juga bisa mengakses," kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan semua fasilitas dan stimulus yang diberikan oleh pemerintah diharapkan bisa membantu mengurai di pelabuhan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan pengamanan di atas kapal dan beberapa wilayah di Provinsi Lampung.

"Tadi juga ada saran terkait dengan wilayah Lampung apabila memang ada wilayah-wilayah tertentu yang mungkin perlu diantisipasi karena adanya kerawanan terkait dengan masalah kamtibmas, petugas juga kita siapkan," katanya.

Sigit menuturkan, Polri telah mendirikan pos pelayanan dan pos pengamanan sepanjang jalur mudik di seluruh Indonesia. Ia pun meminta masyarakat untuk memanfaatkannya jika membutuhkan bantuan.

"Jadi silahkan untuk terus bisa memanfaatkan layanan yang kita miliki, termasuk juga ada pelayanan terkait dengan dapur lapangan, kemudian pelayanan terkait dengan pos-pos yang kita siapkan apabila ada masyarakat yang ingin beristirahat. Silakan untuk dimanfaatkan dengan baik dan kita harapkan mudik kali ini menjadi mudik yang betul-betul bisa terlaksana dengan aman dan lancar," ujarnya.

Semua pelayanan dan pengamanan ini, kata Sigit, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memberikan arahan kepada jajaran agar memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

"Seluruh stakeholder terkait sesuai dengan arahan Bapak Presiden akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin," katanya.

Pemerintah Pastikan Merak Siap Hadapi Gelombang Mudik Lebaran

By On Maret 13, 2026

 


*Merak, 13 Maret 2026* – Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional berada dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni, jalur vital yang setiap tahunnya menghubungkan jutaan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama para pemangku kepentingan melakukan kunjungan kerja dan rapat koordinasi di Pelabuhan Merak, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026, termasuk estimasi puncak arus mudik dan arus balik. Dengan rentang waktu libur yang cukup panjang, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat dapat lebih merata sehingga kepadatan dapat diminimalkan. "Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman dan nyaman," ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta pengawasan ketat pada periode arus puncak. Seluruh pihak juga diminta berkomitmen menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran.

Sebagai operator utama layanan penyeberangan, ASDP bersama para pemangku kepentingan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Salah satunya melalui penerapan delaying system di sejumlah titik bufferzone, antara lain Rest Area KM43 dan KM68 serta Bufferzone JLS di Merak, serta Rest Area KM87B, KM67B, KM49B, KM33B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni. Sistem ini berfungsi mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan sehingga kepadatan dapat dikelola dengan lebih baik.

Kesiapan tersebut juga didukung oleh pengamanan terpadu dengan total 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni yang disiagakan di jalan raya, bufferzone, hingga area pelabuhan. Selain penguatan operasional, ASDP juga menghadirkan fasilitas pendukung yang semakin ramah bagi pengguna jasa. Area pelabuhan kini dilengkapi tenant makanan dan minuman, minimarket, pusat oleh-oleh, hingga ruang bermain anak. Ruang tunggu reguler maupun eksekutif juga dilengkapi pendingin ruangan, mushola, kursi pijat, serta mesin penjual minuman otomatis sebagai ruang rehat sebelum berlayar.

*Ramah Anak*

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi turut mengapresiasi fasilitas ramah anak dan keluarga di pelabuhan. Ia menilai keberadaan ruang bermain anak mampu menciptakan suasana perjalanan yang lebih hangat dan memperkuat interaksi antara orang tua dan anak.

Untuk perjalanan yang lebih optimal, ASDP menghadirkan sistem layanan tiket digital Ferizy yang memudahkan pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan secara lebih praktis dan terjadwal. 

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan, melalui platform ini, tiket penyeberangan dapat dipesan hingga H-60 sebelum keberangkatan, dengan e-ticket yang dikirim langsung melalui WhatsApp maupun e-mail, serta didukung beragam metode pembayaran digital yang semakin mempermudah transaksi bagi masyarakat. “Kami dorong masyarakat yang akan mudik, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujar Heru.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya sosialisasi pembelian tiket secara online agar dilakukan secara lebih masif. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci untuk menjaga kelancaran operasional dan mengurangi potensi antrean kendaraan di pelabuhan selama periode mudik.

Dengan kesiapan operasional yang matang serta dukungan sistem digital yang semakin terintegrasi, ASDP bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

*Trafik Ramai Terkendali*

Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam periode 12 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-9, tercatat 254 trip kapal beroperasi.

Realisasi penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-9 mencapai 41.171 orang atau turun 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.073 orang.

Kendaraan roda dua tercatat 1.152 unit atau turun 27,7% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.593 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.364 unit atau turun 27,9% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 6.051 unit. 

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-9 mencapai 10.117 unit atau turun 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12.347 unit.

Adapun akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-9 tercatat 75.914 orang atau turun 15,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 89.607 orang, dengan total kendaraan mencapai 18.911 unit atau turun 12,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 21.514 unit.

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama periode yang sama (H-9), tercatat 123 trip kapal beroperasi. Realisasi penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 35.251 orang atau turun 7,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.946 orang.

Kendaraan roda dua tercatat 403 unit atau turun 24,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 531 unit. Kendaraan roda empat mencapai 2.877 unit atau turun 10,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.212 unit. Sementara itu, truk mencapai 4.425 unit atau naik 25,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.524 unit, sedangkan bus tercatat 515 unit atau turun 12,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 587 unit.

Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H-9 tercatat 8.220 unit atau naik 4,7% dibandingkan tahun lalu sebanyak 7.854 unit.

Adapun total penumpang dari H-10 hingga H-9 mencapai 60.558 orang atau turun 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 69.450 orang. Total kendaraan tercatat 14.369 unit atau turun 6,8% dibandingkan tahun lalu sebanyak 15.416 unit.

Satu Tahun Danantara Indonesi, ASDP Dukung Pendidikan Generasi Muda melalui 2.000 Paket Sekolah

By On Maret 12, 2026


Jakarta - Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa  (11/3). 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.” ucapnya.

Syukuran satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi yang mendatang.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara indonesia,ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. 

Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

Sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam mendukung pendidikan generasi muda Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut menyelenggarakan kegiatan penyerahan simbolis paket perlengkapan sekolah yang dipusatkan di Masjid BSI, kawasan Bakauheni Harbour City, Lampung Selatan. 

Dalam kegiatan tersebut, ASDP menyerahkan 2.000 paket perlengkapan sekolah kepada perwakilan anak-anak di Provinsi Lampung. Penyerahan bantuan dilakukan dalam suasana sederhana dan khidmat yang diawali dengan kegiatan keliling Menara Siger, dilanjutkan pengajian, kultum Ramadhan, serta buka puasa bersama.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung tumbuhnya generasi masa depan Indonesia.

“Melalui program ini, ASDP ingin menghadirkan dukungan nyata bagi anak-anak agar tetap memiliki semangat belajar, tumbuh percaya diri, dan memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Kami percaya bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi pada pendidikan generasi mudanya,” ujar Heru.

Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” tutup Rosan".

Tentang Danantara Indonesia

Danantara Indonesia, dikenal sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), adalah badan pengelola investasi strategis yang dibentuk melalui Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2025. 

Sebagai lembaga independen di bawah Presiden, Danantara Indonesia memiliki mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN guna mendukung pencapaian misi Asta Cita, rencana strategis nasional, serta program pemerintah dalam mempercepat industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan pendekatan yang profesional, transparan, dan akuntabel, Danantara Indonesia bertujuan untuk memperkuat tata kelola aset negara yang menciptakan nilai tambah lagi. (***/Dwi)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *