Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Dari Pemulung Jadi Raja Sabu Labura, Wawan Kini Diburu BNN

By On Mei 20, 2026


Labuhanbatu Utara — Sosok Wawan alias W mendadak menjadi perbincangan publik setelah disebut sebagai pengendali utama jaringan narkoba di Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara. Pria yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) itu diduga menguasai bisnis sabu di wilayah tersebut hingga meraup keuntungan fantastis.

Di balik namanya yang kini diburu aparat, tersimpan kisah mengejutkan. Wawan disebut memulai hidup sebagai pemulung botol bekas sebelum akhirnya menjelma menjadi sosok berpengaruh dalam jaringan narkotika di Labura.

“W sejarahnya seorang pemulung botol bekas dan menikahi L yang merupakan bos barang bekas,” ungkap Karo Humas dan Protokol BNN RI, Brigjen Putu Putra Sadana, Selasa (19/5/2026).

BNN mengungkap, pria bernama asli Hadi Qurniawan Simangunsong itu kini diduga mengendalikan sedikitnya enam lapak narkoba di kawasan Aek Kanopan. Lapak-lapak tersebut disebut menjadi pusat transaksi sabu yang sudah lama meresahkan warga.

“W mempunyai enam lapak narkoba di Aek Kanopan,” tegas Putu.

Kampung Narkoba Dibongkar

Kasus ini mencuat usai BNN menggelar operasi besar bertajuk Saber Bersinar 2026. Operasi dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di Lorong 6, kawasan yang belakangan dikenal sebagai “kampung narkoba”.

Keresahan warga bahkan sempat viral melalui lagu berjudul Siti Mawarni yang beredar luas di media sosial. Lagu tersebut menggambarkan kondisi kampung yang disebut dikuasai bandar narkoba dan minim sentuhan aparat.

Menindaklanjuti keresahan itu, Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto memerintahkan operasi pemberantasan besar-besaran di wilayah tersebut.

Tim gabungan kemudian bergerak menyisir sejumlah titik transaksi sabu serta rumah yang diduga menjadi pusat kendali jaringan Wawan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, wilayah tersebut dikoordinir oleh pengendali atas nama Wawan. Tim melakukan upaya paksa terhadap lapak-lapak tersebut,” ujar Putu.

Duit Ratusan Juta dan Sertifikat Tanah Disita

Dalam penggerebekan di rumah yang diduga milik Wawan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah besar. Selain sabu, aparat juga menyita uang tunai Rp187,8 juta, belasan telepon genggam, dokumen kendaraan, hingga sertifikat tanah yang diduga terkait hasil bisnis narkotika.

Namun saat operasi berlangsung, Wawan berhasil melarikan diri. Hingga kini aparat masih melakukan pengejaran intensif terhadap bandar yang disebut-sebut paling berpengaruh di kawasan tersebut.

“Selanjutnya tim melakukan upaya pengejaran terhadap para tersangka dan pengendali yang kabur,” lanjut Putu.

Tujuh Orang Diciduk

Dalam operasi tersebut, tujuh orang berhasil diamankan. Mereka diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan Wawan.

Ketujuh tersangka yakni:

1. Romad Tua Munthe (43)

2. Suriandi (45)

3. Abdul Rahim (53)

4. Al Nayan Siagian (43)

5. Asrul Hadi Parapat (35)

6. Troweh (39)

7. Andrianto (44)

Saat ini seluruh tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif bersama barang bukti sabu yang diamankan petugas.

Warga Diminta Lapor

BNN meminta masyarakat ikut membantu pengejaran terhadap Wawan. Warga yang mengetahui keberadaan buronan tersebut diminta segera menghubungi call center BNN RI di nomor 184.

Kasus ini kembali membuka tabir gelap peredaran narkoba di daerah. Dari seorang pemulung botol bekas hingga diduga menjadi penguasa enam lapak sabu, perjalanan hidup Wawan kini berakhir dalam pelarian panjang dari kejaran aparat negara.

Gandeng PERANK Indonesia, SMAN 4 Kota Serang Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

By On Juli 12, 2022




Tahun ajaran baru telah tiba, setiap sekolah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau lebih dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS).

MPLS merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Masa orientasi lazim dijumpai di tingkat SMP dan SMA/SMK, seperti halnya SMAN 4 Kota Serang.

MPLS kali ini, SMAN 4 Kota serang menggelar penyuluhan dan edukasi bahaya narkoba kepada siswa/i baru bersama organgisasi penggiat anti narkoba PERANK (PERKUMPULAN ANTI NARKOTIKA) INDONESIA, Selasa (12/07/2022).

Penyuluhan dan edukasi bahaya narkoba dilakukan di ruang terbuka (outdoor) yang diikuti oleh seluruh siswa baru. Meskipun demikian, seluruh peserta penyuluhan tampak antusias mengikuti penyuluhan tersebut. 

Penyuluhan dan edukasi bahaya narkoba ini disampaikan oleh Badru Tamami atau yang akrab disapa bang Roy yang juga sebagai Sekjen PERANK INDOENSIA.

Dalam penyuluhannya, bang Roy menyampaikan tentang bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba. Selain itu, bang Roy juga menyampaikan agar seluruh siswa untuk bisa menjaga nama baik sekolah, menjadi relawan anti narkoba dan tidak terjerumus segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang yang saat ini sedang marak dikonsumsi oleh kalangan pelajar.

Lebih lanjut Bang Roy menyampaikan agar para siswa memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba agar tidak mudah terjerumus, belajar dengan sungguh-sunguh untuk masa depan yang gemilang tanpa narkoba. 

Ditemui usai kegiatan, Kepala SMAN 4 Kota Serang Ade Suparman mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan dan edukasi narkoba ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada Masa Pengenalan Siswa Baru (MPLS). 

"Ini penting dilakukan karena kita berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang bersih narkoba. Bukan hanya pada kegiatan MPLS saja, kita terus mengingatkan, berpesan dan memberikan edukasi kepada seluruh siswa tentang bahaya narkoba," kata Ade Suparman.

"Tujuan MPLS ini bukan hanya untuk memperkenalkan lingkungan sekolah tapi juga untuk menggali potensi yang terdapat di dalam diri siswa baru atau membantu agar siswa baru cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. MPLS ini juga sebagai salah satu momentum untuk mengedukasi siswa bahwa SMAN 4 Kota Serang harus menjadi sekolah yang bersih narkoba. Semoga dengan kegiatan penyuluhan dan edukasi narkoba dapat meningkatkan wawasan, kesadaran dan pengetahuan bahwa bahaya narkoba merusak masa depan dan berbahaya bagi kesehatan atau kehidupan," yjar Ade Suparman.

Terakhir Ade Suparman mengucapkan terimakasih kepada PERANK INDONESIA atas kerjasama dan kesediaan memberikan penyuluhan untuk mengedukasi para siswa baru.

"Semoga setiap upaya dan ikhtiar kita dalam memberikan edukasi dapat bermanfaat untuk kita semua dan khususnya para siswa," tandasnya. (Dru)

Resmi! Riki Yanuarfi Jabat Kepala Bagian Publikasi dan Media Sosial Biro Humpro BNN RI

By On Maret 04, 2022


JAKARTA - Kombes Pol Riki Yanuarfi resmi menjabat sebagai Kepala Bagian Publikasi dan Media Sosial Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Utama BNN RI.

Dimana sebelumnya, Kombes Pol Riki Yanuarfi merupakan Pamen Bareskrim Polri.

Adapun serah terima jabatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose. Jumat, (04/03).

Saat ditemui usai sertijab, Kombes Pol Riki Yanuarfi mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Kepala BNN RI atas jabatan yang diberikan kepadanya.

"Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada Kepala BNN RI yang telah mempercayakan saya sebagai Kepala Bagian Publikasi dan Media Sosial Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Utama BNN RI," ucap Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi menyatakan bahwa dirinya siap menjalankan aman yang diberikan kepadanya. "Untuk itu, saya akan dedikasikan diri saya dalam menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik untuk negara dan lembaga BNN," tegas Riki Yanuarfi mantan Dirbinmas Polda Banten.

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *