Kabar Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Arus Balik Lebaran Terkendali, 60 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Jawa dari Sumatera

By On Maret 27, 2026


 

*Bakauheni, 27 Maret 2026* — Di tengah dinamika arus balik Angkutan Lebaran 2026, pergerakan pemudik dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan tren yang ramai namun tetap terkendali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjaga ritme layanan tetap optimal, memastikan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pola arus balik tahun ini bergerak lebih merata, menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran operasional di lintasan utama.

“Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan. Dukungan kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak sangat menentukan keberhasilan layanan penyeberangan,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Bakauheni, realisasi kumulatif penumpang yang kembali ke Jawa sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H s.d. H+5) tercatat sebanyak 543.440 orang, atau sekitar 60 persen dari total 898.864 orang yang berangkat dari Jawa saat arus mudik (H-10 s.d. H).

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali mencapai 144.039 unit, atau 60 persen dari total 239.920 unit kendaraan saat periode mudik. Angka ini menunjukkan bahwa masih terdapat sekitar 40 persen pemudik yang akan kembali dalam beberapa hari ke depan.

Mengantisipasi hal tersebut, ASDP terus memperkuat kesiapan operasional melalui strategi adaptif berbasis kondisi lapangan. Langkah yang dilakukan mencakup penyesuaian pola operasi kapal sesuai tingkat kepadatan, pengalihan arus kendaraan secara situasional, hingga penerapan delaying system terintegrasi di sejumlah buffer zone untuk mengurai antrean.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa kebijakan stimulus turut menjadi instrumen penting dalam mendistribusikan arus balik secara lebih merata. Penerapan tarif tunggal di Pelabuhan Bakauheni sejak 23 Maret hingga 29 Maret 2026, serta program diskon tiket pada periode 12–31 Maret 2026, memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan masyarakat.

“Hingga 26 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, realisasi penyerapan stimulus mencapai Rp24,2 miliar atau 68,08 persen dari target. Tingkat realisasi pengguna yang telah boarding bahkan mencapai 93,98 persen. Ini menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap kebijakan yang kami hadirkan,” jelas Windy.

Secara keseluruhan, total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa sejak H-10 hingga H+5 tercatat 977.990 orang, meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan mencapai 234.430 unit, naik 9,1 persen.

Adapun pergerakan dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.175.918 penumpang atau meningkat 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 300.717 unit, tumbuh 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, ASDP optimistis layanan penyeberangan akan tetap terjaga hingga akhir periode arus balik. Konsistensi pelayanan menjadi kunci untuk menghadirkan perjalanan yang tidak hanya lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa.

Update ASDP H+4: Pergerakan Pemudik Sumatera–Jawa Menurun, Angkutan Logistik Naik Tajam

By On Maret 27, 2026



*Sumatera - Jawa*
Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 26 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+4 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 169 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 mencapai 103.325 orang atau turun 20,3% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 129.853 orang. 

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+4 mencapai 10.366 unit atau turun 41,2% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 17.635 unit. Kendaraan roda empat mencapai 13.541 unit atau turun 18,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 16.623 unit. 

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 2.288 unit atau naik 84,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.240 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 696 unit atau naik 49% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 467 unit. 

Total seluruh kendaraan tercatat 26.891 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+4 atau turun 25,2% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 35.965 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+4 tercatat 936.670 orang atau naik 12,6% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 831.684 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 255.480 unit atau naik 17,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 192.431 unit.

*Jawa-Sumatera*
Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 26 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+4 tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 144 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+4 mencapai 53.848 orang atau naik 4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.790 orang. 

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+4 mencapai 1.813 unit atau turun 0,2% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 1.816 unit. Kendaraan roda empat mencapai 6.694 unit atau turun 3,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.954 unit. 

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.780 unit atau naik 70% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.047 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 658 unit atau naik 12,5 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 585 unit. 

Total seluruh kendaraan tercatat 10.945 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+4 atau naik 5,2% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 10.402 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+4 tercatat 1.149.410 orang atau naik 3,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.113.717 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 295.291 unit atau naik 6,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 276.276 unit.

Puncak Arus Balik? Data H+3 Tunjukkan Lonjakan Penumpang dan Kendaraan

By On Maret 26, 2026

 

*Sumatera - Jawa*

Berdasarkan data Posko Bakauheni selama 24 jam (periode 25 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+3 tercatat jumlah trip yang beroperasi di Pelabuhan Bakauheni sebanyak 166 trip.

Adapun realisasi total penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+3 mencapai 119.604 orang atau naik 14,2% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 104.751 orang. 

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+3 mencapai 14.909 unit atau naik 25,4% dibandingkan realisasi tahun lalu mencapai 11.888 unit. Kendaraan roda empat mencapai 15.140 unit atau naik 4,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.497 unit. 

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.582 unit atau naik 72,5% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 917 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 642 unit atau naik 57,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 407 unit. 

Total seluruh kendaraan tercatat 32.273 unit yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+3 atau naik 16,5% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 27.709 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa (Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) pada H-10 sampai H+3 tercatat 820.695 orang atau naik 16,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 702.101 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 196.135 unit atau naik 25,4% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 156.466 unit.

*Jawa-Sumatera*

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam (periode 25 Maret 2026 pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB) atau H+3 tercatat jumlah trip yang beroperasi sebanyak 146 trip.

Adapun realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+3 mencapai 53.391 orang atau naik 22,6% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 43.536 orang. 

Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang telah menyeberang pada H+3 mencapai 2.363 unit atau naik 15,4% dibandingkan realisasi tahun lalu yaitu 2.048 unit. Kendaraan roda empat mencapai 6.635 unit atau naik 13,7% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.834 unit. 

Kemudian, total truk yang menyeberang mencapai 1.456 unit atau naik 82% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 800 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 636 unit atau naik 42,6 % dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 446 unit. 

Total seluruh kendaraan tercatat 11.090 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara pada H+3 atau naik 21,5% dibandingkan realisasi periode dengan tahun lalu sebanyak 9.128 unit.


Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara mulai dari H-10 sampai H+3 tercatat 1.095.562 orang atau naik 3,2% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1.061.927 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 284.346 unit atau naik 6,9% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 265.874 unit.

Perkuat Layanan Arus Balik, ASDP Jaga Perjalanan Pemudik Tetap Aman dan Nyaman

By On Maret 24, 2026


 

*Bakauheni, 24 Maret 2026* — Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa terus menunjukkan peningkatan signifikan. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan guna memastikan perjalanan pemudik tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman.


Berdasarkan data Posko per 23 Maret 2026 pukul 00.00 - 23.59 WIB (H+1), total penumpang tercatat mencapai 91.657 orang atau meningkat 58,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 57.801 orang. Sementara itu, total kendaraan mencapai 25.332 unit atau naik 70,4 persen dari 14.866 unit pada periode sebelumnya.


Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa tren peningkatan arus balik diproyeksikan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Puncak arus balik diperkirakan terjadi secara bertahap, yakni pada Selasa (24/3), serta kembali meningkat pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Hingga periode 24 Maret (H+2) pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang tercatat 50.631 orang atau naik 53,5 persen, dengan total kendaraan sebanyak 12.654 unit atau meningkat 48,1 persen.


“Jumlah pergerakan arus balik mudik hingga H+2 saat ini sudah mencapai 142.288 orang dan 37.634 unit kendaraan atau 15 persen dari total trafik arus mudik. Melihat proyeksi tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari periode puncak tersebut guna meminimalisasi antrean dan kepadatan di pelabuhan,” ujar Heru.


GM ASDP Cabang Bakauheni Partogi Tamba mengatakan, menghadapi dinamika arus balik Lebaran khususnya dari Sumatera menuju Jawa, ASDP mengimplementasikan berbagai langkah antisipatif yang fleksibel. Operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan. Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.


Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti KM49B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni, serta KM63, KM48, dan Buffer Zone JLS di Merak. Area ini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengendalian arus, tetapi juga sebagai lokasi verifikasi tiket bagi pengguna jasa.


“Fungsi buffer zone tidak hanya sebagai sistem penundaan, tetapi juga sebagai titik verifikasi bagi pengguna jasa. Pada area ini dilakukan pengecekan kepemilikan tiket serta kesesuaian jadwal kedatangan. Pengguna jasa yang belum memiliki tiket atau datang di luar jadwal akan diberikan stiker merah, sementara yang telah memiliki tiket dan datang sesuai jadwal akan diberikan stiker hijau,” tutur Partogi.


Dari sisi layanan, ASDP juga menerapkan skema single tarif serta pengaturan distribusi pengguna jasa di dermaga secara dinamis. Penumpang pejalan kaki dan kendaraan roda dua diarahkan sesuai kondisi trafik, dengan dukungan pengoperasian dermaga tambahan sebagai langkah kontingensi saat terjadi peningkatan volume.


*Perjalanan Balik Lebih Awal*

ASDP juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket melalui platform Ferizy yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan dengan berbagai metode pembayaran digital.

“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Saat ini tidak ada penjualan tiket di pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa wajib melakukan pembelian secara mandiri melalui kanal resmi,” ujar Heru menambahkan.


Secara kumulatif, data H-10 hingga H+1 mencatat total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 572.270 orang atau naik 11,8 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan tercatat 127.363 unit atau meningkat 19,7 persen. Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera, total penumpang mencapai 995.119 orang atau naik 1,5 persen, dengan total kendaraan 262.986 unit atau meningkat 5,9 persen.


Dengan kesiapan operasional dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, ASDP berkomitmen menjaga layanan tetap andal sehingga perjalanan arus balik berlangsung lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

KMP Portlink VII Kembali Berlayar Urai Kepadatan Gilimanuk-Ketapang

By On Maret 14, 2026


*Gilimanuk, 14 Maret 2026* – Di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan dan penumpang di lintas Ketapang–Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kapasitas layanan penyeberangan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengoperasikan kembali kapal berkapasitas besar KMP Portlink VII guna membantu mengurai kepadatan arus kendaraan di Selat Bali.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale mengatakan, pengoperasian kapal ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi armada untuk menjaga kelancaran layanan di salah satu lintas penyeberangan tersibuk di Indonesia. Kapal berkapasitas besar dinilai mampu mempercepat proses pemuatan kendaraan sekaligus meningkatkan kapasitas angkut dalam satu perjalanan.

“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Windy.

KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut hingga sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan, serta mampu membawa kombinasi kendaraan sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam satu kali penyeberangan.

Sebelum kembali beroperasi, kapal ini telah melalui proses perbaikan dan pengecatan ulang menyusul insiden kebakaran yang sempat terjadi sebelumnya. Setelah proses tersebut rampung, kapal juga menjalani uji pelayaran (sea trial) guna memastikan seluruh sistem, termasuk mesin dan navigasi, berfungsi optimal serta memenuhi aspek keselamatan pelayaran.

Dari hasil pengujian tersebut, KMP Portlink VII dinyatakan layak dan siap beroperasi untuk melayani pengguna jasa. Kapal ini dijadwalkan mulai melayani penyeberangan pada Sabtu (14/3) pukul 13.00 WIB di lintas Ketapang–Gilimanuk.

*Trafik Meningkat Jelang Nyepi*

Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal, sekaligus aktivitas distribusi logistik yang memanfaatkan waktu operasional sebelum penutupan sementara penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Sejak Kamis (12/3), area parkir pelabuhan terlihat dipadati kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik. Seiring meningkatnya kendaraan yang datang dalam waktu berdekatan, antrean truk terpantau memanjang hingga sekitar Pasar Gilimanuk, atau sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan bahwa peningkatan kendaraan logistik dipengaruhi oleh aktivitas distribusi barang yang berupaya menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang pada periode angkutan Lebaran. Di sisi lain, sebagian masyarakat juga memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan saat perayaan Nyepi.

Untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, ASDP bersama para pemangku kepentingan melakukan pengaturan operasional kapal serta manajemen antrean di pelabuhan. Dalam kondisi tertentu, penyeberangan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang seperti roda dua dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat, sementara kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai kapasitas kapal.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk selama 24 jam (13 Maret 2026 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-8), tercatat jumlah perjalanan kapal mencapai 220 trip. Realisasi penumpang dari Bali ke Jawa mencapai 37.877 orang, dengan kendaraan terdiri dari 6.066 unit roda dua, 3.573 kendaraan kecil, 2.154 truk, dan 383 bus, sehingga total kendaraan mencapai 12.176 unit. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang tercatat 97.572 orang dengan 31.045 kendaraan. 

Sementara itu, berdasarkan data Posko Ketapang pada periode yang sama, jumlah perjalanan kapal tercatat 231 trip. Penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 26.173 orang atau naik 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kendaraan truk tercatat 2.604 unit atau meningkat 10,8%, sedangkan bus mencapai 635 unit atau naik 7,4%. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 5.365 unit, atau naik 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-8, total penumpang dari Jawa ke Bali tercatat 66.305 orang dengan total kendaraan mencapai 15.410 unit.

ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di pelabuhan serta mempersiapkan perjalanan dengan baik agar proses penyeberangan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pemerintah Pastikan Merak Siap Hadapi Gelombang Mudik Lebaran

By On Maret 14, 2026

 


*Merak, 13 Maret 2026* – Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, pemerintah terus memastikan seluruh simpul transportasi nasional berada dalam kondisi siap melayani mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan. Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni, jalur vital yang setiap tahunnya menghubungkan jutaan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama para pemangku kepentingan melakukan kunjungan kerja dan rapat koordinasi di Pelabuhan Merak, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Direktur Operasi dan Transformasi Rio Lasse, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah telah memetakan potensi pergerakan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026, termasuk estimasi puncak arus mudik dan arus balik. Dengan rentang waktu libur yang cukup panjang, pemerintah berharap distribusi perjalanan masyarakat dapat lebih merata sehingga kepadatan dapat diminimalkan. "Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas di lapangan agar perjalanan mudik berlangsung lancar, aman dan nyaman," ujarnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta pengawasan ketat pada periode arus puncak. Seluruh pihak juga diminta berkomitmen menjalankan kebijakan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran Angkutan Lebaran.

Sebagai operator utama layanan penyeberangan, ASDP bersama para pemangku kepentingan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan trafik. Salah satunya melalui penerapan delaying system di sejumlah titik bufferzone, antara lain Rest Area KM43 dan KM68 serta Bufferzone JLS di Merak, serta Rest Area KM87B, KM67B, KM49B, KM33B, KM20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni. Sistem ini berfungsi mengatur arus kendaraan sebelum memasuki pelabuhan sehingga kepadatan dapat dikelola dengan lebih baik.

Kesiapan tersebut juga didukung oleh pengamanan terpadu dengan total 1.185 personel di Merak dan 741 personel di Bakauheni yang disiagakan di jalan raya, bufferzone, hingga area pelabuhan. Selain penguatan operasional, ASDP juga menghadirkan fasilitas pendukung yang semakin ramah bagi pengguna jasa. Area pelabuhan kini dilengkapi tenant makanan dan minuman, minimarket, pusat oleh-oleh, hingga ruang bermain anak. Ruang tunggu reguler maupun eksekutif juga dilengkapi pendingin ruangan, mushola, kursi pijat, serta mesin penjual minuman otomatis sebagai ruang rehat sebelum berlayar.

*Ramah Anak*

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi turut mengapresiasi fasilitas ramah anak dan keluarga di pelabuhan. Ia menilai keberadaan ruang bermain anak mampu menciptakan suasana perjalanan yang lebih hangat dan memperkuat interaksi antara orang tua dan anak.

Untuk perjalanan yang lebih optimal, ASDP menghadirkan sistem layanan tiket digital Ferizy yang memudahkan pengguna jasa dalam merencanakan perjalanan secara lebih praktis dan terjadwal. 

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan, melalui platform ini, tiket penyeberangan dapat dipesan hingga H-60 sebelum keberangkatan, dengan e-ticket yang dikirim langsung melalui WhatsApp maupun e-mail, serta didukung beragam metode pembayaran digital yang semakin mempermudah transaksi bagi masyarakat. “Kami dorong masyarakat yang akan mudik, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa,” ujar Heru.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menekankan pentingnya sosialisasi pembelian tiket secara online agar dilakukan secara lebih masif. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci untuk menjaga kelancaran operasional dan mengurangi potensi antrean kendaraan di pelabuhan selama periode mudik.

Dengan kesiapan operasional yang matang serta dukungan sistem digital yang semakin terintegrasi, ASDP bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan mudik yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

*Trafik Ramai Terkendali*

Berdasarkan data Posko Merak (Pelabuhan Merak, Ciwandan, BBJ Bojonegara) selama 24 jam periode 12 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB atau H-9, tercatat 254 trip kapal beroperasi.

Realisasi penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-9 mencapai 41.171 orang atau turun 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 51.073 orang.

Kendaraan roda dua tercatat 1.152 unit atau turun 27,7% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1.593 unit. Kendaraan roda empat mencapai 4.364 unit atau turun 27,9% dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 6.051 unit. 

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera melalui Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada H-9 mencapai 10.117 unit atau turun 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 12.347 unit.

Adapun akumulasi penumpang dari H-10 hingga H-9 tercatat 75.914 orang atau turun 15,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 89.607 orang, dengan total kendaraan mencapai 18.911 unit atau turun 12,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 21.514 unit.

Sebaliknya, berdasarkan data Posko Bakauheni selama periode yang sama (H-9), tercatat 123 trip kapal beroperasi. Realisasi penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 35.251 orang atau turun 7,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 37.946 orang.

Kendaraan roda dua tercatat 403 unit atau turun 24,1% dibandingkan tahun lalu sebanyak 531 unit. Kendaraan roda empat mencapai 2.877 unit atau turun 10,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.212 unit. Sementara itu, truk mencapai 4.425 unit atau naik 25,6% dibandingkan tahun lalu sebanyak 3.524 unit, sedangkan bus tercatat 515 unit atau turun 12,3% dibandingkan tahun lalu sebanyak 587 unit.

Total kendaraan dari Sumatera ke Jawa pada H-9 tercatat 8.220 unit atau naik 4,7% dibandingkan tahun lalu sebanyak 7.854 unit.

Adapun total penumpang dari H-10 hingga H-9 mencapai 60.558 orang atau turun 12,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 69.450 orang. Total kendaraan tercatat 14.369 unit atau turun 6,8% dibandingkan tahun lalu sebanyak 15.416 unit.

Tinjau Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal

By On Maret 13, 2026


Cilegon - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau arus mudik Lebaran 2026 di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten Jumat, 13 Maret 2025. Dalam tinjauan ini, turut hadir Menko PMK Pratikno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kapolri menuturkan, berdasarkan laporan dari ASDP maupun dari Polda Banten dan Polda Lampung terkait dengan kesiapan pelayanan mudik, khususnya di wilayah penyeberangan, ia melihat ada beberapa inovasi tambahan yang diharapkan bisa mengurai permasalahan dari tahun ke tahun terkait dengan antrean.

"Ada penambahan buffer zone dan juga ada penambahan pelabuhan baru yang tentunya diharapkan ini betul-betul bisa disosialisasikan, termasuk Command Center yang digunakan untuk betul-betul bisa mengendalikan real-time dan masyarakat juga bisa mengakses," kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan semua fasilitas dan stimulus yang diberikan oleh pemerintah diharapkan bisa membantu mengurai di pelabuhan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan, pihaknya juga telah menyiapkan pengamanan di atas kapal dan beberapa wilayah di Provinsi Lampung.

"Tadi juga ada saran terkait dengan wilayah Lampung apabila memang ada wilayah-wilayah tertentu yang mungkin perlu diantisipasi karena adanya kerawanan terkait dengan masalah kamtibmas, petugas juga kita siapkan," katanya.

Sigit menuturkan, Polri telah mendirikan pos pelayanan dan pos pengamanan sepanjang jalur mudik di seluruh Indonesia. Ia pun meminta masyarakat untuk memanfaatkannya jika membutuhkan bantuan.

"Jadi silahkan untuk terus bisa memanfaatkan layanan yang kita miliki, termasuk juga ada pelayanan terkait dengan dapur lapangan, kemudian pelayanan terkait dengan pos-pos yang kita siapkan apabila ada masyarakat yang ingin beristirahat. Silakan untuk dimanfaatkan dengan baik dan kita harapkan mudik kali ini menjadi mudik yang betul-betul bisa terlaksana dengan aman dan lancar," ujarnya.

Semua pelayanan dan pengamanan ini, kata Sigit, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang memberikan arahan kepada jajaran agar memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.

"Seluruh stakeholder terkait sesuai dengan arahan Bapak Presiden akan memberikan pelayanan semaksimal mungkin," katanya.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *