KKM 93 UNIBA Jadikan Desa Pasir Gintung Sampling Hidroponik Tingkat Kabupaten, Dinas Pertanian Beri Dukungan Benih
Kabupaten Tangerang — Inovasi pertanian berbasis pekarangan mulai dikembangkan di Desa Pasir Gintung melalui program Sosialisasi dan Edukasi Inovasi Tanaman Hidroponik yang digelar Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 93, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pasir Gintung tersebut mendapat perhatian dari Dinas Pertanian setempat. Inisiatif KKM 93 bahkan diarahkan menjadi salah satu proyek percontohan atau sampling untuk pengembangan program hidroponik di tingkat kabupaten.
Meski tidak dapat hadir secara langsung, Dinas Pertanian tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut melalui penyaluran bantuan benih tambahan bagi para peserta. Dukungan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat dalam mendorong penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
Sosialisasi tersebut melibatkan Kelompok Tani dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pasir Gintung. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga mengikuti praktik hidroponik secara langsung.
KKM 93 menghadirkan Mardhiyah Lestari, S.T.P., M.T. sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman teknis mengenai budidaya hidroponik. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah wick system atau sistem sumbu.
Metode tersebut dipilih karena relatif mudah diterapkan oleh masyarakat, khususnya pemula. Selain tidak membutuhkan lahan luas, sistem sumbu juga dinilai hemat biaya dan cocok dikembangkan di pekarangan rumah.
Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan tahapan perakitan instalasi hidroponik, penyemaian benih, hingga proses peracikan nutrisi tanaman. Pendekatan praktik langsung ini diharapkan membuat masyarakat lebih siap menerapkan hidroponik secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan benih dari Dinas Pertanian dan mahasiswa, sekaligus fasilitas rak hidroponik kepada perwakilan pengurus PKK Desa Pasir Gintung.
Perwakilan KKM Kelompok 93 Desa Pasir Gintung, Ahmad Fauzan, mengatakan program tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diharapkan menjadi langkah awal untuk melihat potensi pengembangan hidroponik dalam skala yang lebih luas.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat, dan kegiatan yang diinisiasi KKM 93 di Desa Pasir Gintung ini dijadikan sampling percontohan. Jika program ini berhasil bertahan hingga masa panen, ada peluang besar program hidroponik ini ditingkatkan ke skala yang lebih besar dengan teknik yang lebih maju untuk seluruh wilayah kabupaten,” ujar Ahmad Fauzan.
Menurutnya, keberhasilan program akan sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam merawat tanaman hingga masa panen. Karena itu, keberadaan Kelompok Tani dan PKK menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKM.
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari Kelompok Tani dan PKK Desa Pasir Gintung. Masyarakat menyatakan siap mengawal proses perawatan tanaman hidroponik yang telah dibuat, mulai dari tahap pemeliharaan hingga panen.
Program ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan metode bercocok tanam alternatif, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif.
Jika berjalan sesuai target hingga masa panen, keberhasilan inisiatif KKM 93 di Desa Pasir Gintung berpotensi menjadi pijakan untuk pengembangan hidroponik dengan teknologi yang lebih maju dan cakupan yang lebih luas di tingkat kabupaten.
Dengan demikian, kegiatan yang diawali dari edukasi sederhana di tingkat desa tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung upaya mewujudkan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Posting Komentar