Bidhumas Polda Banten Diduga Pilih-pilih Media, Undangan Press Conference Dipertanyakan
SERANG — Pola komunikasi Bidhumas Polda Banten dengan kalangan media kembali menjadi sorotan. Sejumlah awak media mempertanyakan transparansi dan pemerataan informasi terkait agenda press conference yang digelar Polda Banten.
Sorotan itu mencuat dalam grup WhatsApp media nasional. Salah seorang anggota Bidhumas Polda Banten, Ade Romansyah, diketahui meminta rekan-rekan media agar segera merapat ke lokasi karena press conference disebut akan segera dimulai.
Namun, pesan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari Yni salah seorang anggota grup. Ia mengaku tidak memperoleh informasi sebelumnya mengenai lokasi maupun waktu pelaksanaan kegiatan.
“Lokasinya di mana? Jam berapa? Gak dapat infonya soalnya,” demikian respons Yni dalam grup WhatsApp tersebut.
Tak hanya Yni, beberapa anggota grup lainnya pun mengatakan hal yang sama.
Percakapan singkat itu kemudian memunculkan pertanyaan lebih besar: apakah informasi agenda press conference Polda Banten memang disampaikan secara merata kepada seluruh rekan media, atau hanya kepada media-media tertentu?
Jika informasi mengenai agenda resmi kepolisian hanya beredar di kalangan tertentu, kondisi tersebut tentu berpotensi menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap insan pers.
Padahal, keterbukaan informasi dan komunikasi yang setara dengan media menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat antara institusi kepolisian dan pers. Terlebih, *press conference* merupakan momentum bagi kepolisian untuk menyampaikan informasi kepada publik melalui media secara luas.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea ketika dikonfirmasi awak media terkait mengenai mekanisme penyebaran undangan atau informasi press conference hanya menjawab "datang saja ya" lalu mengirimkan peta lokasi acara press conference.
Publik tentu berhak mengetahui bagaimana pola komunikasi Bidhumas Polda Banten dengan media diterapkan. Apakah seluruh media mendapatkan akses informasi yang sama, atau terdapat daftar media tertentu yang menjadi prioritas?
Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar tidak muncul kesan bahwa akses informasi publik melalui media diberikan secara eksklusif kepada pihak-pihak tertentu.
Bukan soal siapa yang datang lebih dulu, tetapi soal bagaimana informasi publik disampaikan secara adil, transparan, dan tidak tebang pilih.
Redaksi masih membuka ruang bagi Bidhumas Polda Banten maupun Kombes Pol Maruli Hutapea untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas persoalan tersebut.

Posting Komentar